Sabtu, 29 Juni 2013

PAK POLISI DILARANG BACA

Tulisan ini kuikutkan Giveawaynya http://kinzihana.blogspot.ae/2013/06/kinzihanas-ga.html
             Kenapa judul tulisanku seperti itu? Ya karena kalo sampai Pak Polisi membaca tulisanku ini, dan tahu aku tidak punya SIM, wah bisa-bisa besok pagi aku ditunggu di ujung jalan dan langsung ditilang! Hehehe..
Tidak punya SIM? Maksudnya? Aku tidak punya SIM? Yup betul sst jangan keras-keras ntar ketahuan Pak Polisi hehehe.. Kalau umurku baru berbilang belasan, mungkin wajar kalau aku tidak punya SIM ya? Atau kalau aku tidak bisa naik sepeda motor, masuk akal kalau aku tidak punya SIM. Tetapi aku adalah ibu-ibu berumur 40 tahun dan aku ini raja jalanan, so pasti aneh kalau aku tidak punya SIM. But, It’s true. I don’t have a driving license! Trus bagaimana aku bisa pergi kemana-mana dengan selamat?
            Kalau aku lagi di Jakarta (rumah ortu) atau di Surabaya (di Mertua) aku minta diantar dong kalau pergi kemana-mana hehehe… Nah, kalau aku sedang di daerahku di Lamongan, aku tidak akan pergi di pagi hari, karena Razia biasanya di pagi hari, aku akan beredar setelah pukul 12 hahaha.. kalau terpaksa harus pergi pagi, aku pinjam SIM temanku yang badan, wajah dan umurnya nggak beda jauh denganku, dan untungnya ada lhooo temanku yg rada mirip begitu hehehe.... Pak Polisi nggak akan perhatian, juga tidak akan minta KTP untuk mencocokkan hihihi..
Sebetulnya aku juga tidak selalu selamat, aku pernah beberapa kali kena tilang juga.
Yang pertama waktu di Surabaya, gara-gara tidak memakai helm standart, aku disemprit dan diberhentikan Pak Polisi..(haduh nggak liat ada Pak Polisi sembunyi dibalik pohon besar huhu) Dengan tampang sok gaya, aku tanya apa salahku? Ternyata soal helm itu, Ya Allah, waktu Pak Polisi meminta SIMku, aku mengatakan SIMku ketinggalan. Jadi deh aku kena tilang, STNKku ditahan huhu… Oya aku bukan warga yang suka menyogok ya, karena aku ibu-ibu gak ada kerjaan, jadi, ketika ditawari sidang, ya aku mau sidang aja, apa susahnya datang ke Pengadilan Negeri hihihi..Padahal mungkin pak polisi itu berharap yang lain hehehe..
Aku pernah juga kena Razia di Lamongan, waktu itu aku bawa SIM temanku, setelah kuberikan SIMku, lama Pak Polisi memandangnya dan mungkin menyamakan dengan wajahku, koq nggak sama begitu pikirnya, hatiku dag dig dug  takut ketahuan, akhirnya SIMKu dikembalikan, sambil beliau bilang, “Koq cantik yang di SIM ya?” wakakaka.. aku jawab itu abis mandi Pak, ini saya  abis ngajar udah jelek Pak, sambil kustater motorku wuss... amaann selaammaat Alhamdulilllaahhh hahaha..

Kenapa aku tidak pernah punya SIM? Karena aku selalu tinggal di daerah dimana aku tidak punya KTP daerah situ. Sewaktu aku SMA, aku tinggal di Madiun, padahal KTPku Magetan, dan orang tuaku di Jakarta. Aku tidak berani mengurus SIM sendiri di Magetan. Ketika akhirnya aku kuliah di Surabaya, KTPku Jakarta. Setiap pulang ke Jakarta waktuku selalu habis buat ini itu sehingga males banget ngurus SIM. Ketika akhirnya aku tinggal di Lamongan, KTPku Surabaya, karena aku sudah mengikuti KTP suami. Aku males ke Surabaya hanya untuk mengurus SIM saja hehehe.. Nah tahun ini KTPku sudah Lamongan koq, insyaAllah aku akan segera mengurus SIM, doakan yaaa….
Belum tentu mereka semua ini punya SIM lho hihihi...


Besok ngurus SIM ahh.. biar enak kalo jalan ma anak-anakku hehehe..

paling enak memang dianterin kemana-mana hahaha...

Atau gowes aja, gak pernah perlu SIM hehehe..



….

Jumat, 28 Juni 2013

BaW is My Inspiration

                  Sejak dulu, aku memang selalu bermimpi menjadi penulis. Penulis yang hebat, dimana tulisanku bisa terkenal, dibaca semua orang dan best seller, kalau perlu ya bisa difilmkan juga.. Aminnn... 
*berdoa sendiri diamini sendiri hihihi...
Dik Eni Martini, yang banyak menginspirasiku
              Kebetulan sekali ada jejaring sosial facebook yang memudahkan jalanku menuju kesana. Lewat facebook aku bisa mengembangkan hobbyku ini dan mengasah kemampuanku. Aku "bertemu" banyak penulis-penulis terkenal yang memotivasiku untuk mau belajar menulis. Aku banyak ikut lomba-lomba menulis yang diadakan di facebook. Ketika pertama kalinya menang dalam sebuah lomba antologi, wah tiada terkira bahagiaku, rasa percaya diriku muncul dan aku semakin senang menulis. 

Dik Anik ibu-ibu yang jago IT seperti adikku sendiri

Keaktifanku di facebook, kemudian membuatku bertemu banyak orang dan bisa menjadi akrab karena mungkin persamaan hobby, ide yang sevisi atau mempunyai impian yang sama. Akhirnya aku bergabung dengan sebuah group yang berisi para ibu-ibu yang entahlah membuatku akrab dan merasa senasib. Intensitas pertemuan di FB yang setiap hari membuat kami merasa seperti saudara, saling curhat dan semakin akrab saja. Diantara ibu-ibu itu ternyata adalah beberapa penulis terkenal. Olala senangnya hatiku. Aku bisa bebas bertanya apa saja tentang kepenulisan kepada mereka.

Dik Viana, sama-sama kenal Surabaya mebuat berasa dia,adik kandungku saja

Akhirnya, ada inisiatif untuk membuat sebuah group menulis. Aku sangat senang  menyambutnya. Dan tentu saja pertama kali dijebloskan oleh Ibu Ketua Leyla Hana kedalam group menulis itu, yang kemudian bernama BE A WRITER hatiku gegap gempita! Antara percaya dan tidak percaya, siapalah aku, nggak nyangka bisa bergabung juga!
Mbak Dwi ini ibu yang hebat, rela melepas karir dan kini semakin intens menulis
  

Aktifitas di group yang sangat padat membuatku terseok-seok mengikutinya, kadang-kadang terbersit dalam pikiranku, mungkin aku seperti penulis palsu yang berpura-pura ingin menjadi penulis hebat tetapi tidak melakukan apa-apa huhuhu... Asli, aku tiap hari mengunjungi group tercinta ini, membaca semua document yang diupload,memberi komentar pada semua status, atau sekedar menyetorkan jempolku, tapi aku still do nothing hihihi rasanya gak percaya diri banget mau menulis, walaupun cuma review, bahkan curhat sekalipun!
Mbak Syifa yang sudah kuanggap kakakku sendiri, puisi-puisinya bikin nggak kukuu..

Tetapi sesungguhnya tanpa kusadari aku banyak mendapat ilmu-ilmu di group BaW tercinta ini, aku memang sepertinya do nothing, tetapi aku kan membaca juga, membaca banyak hal, membaca ilmu yang benar2 bermanfaat di dunia kepenulisan, yang belum tentu bisa kudapatkan di group lain. Dan tanpa kusadari juga aku mengamalkan ilmu-ilmu itu dan akhirnya aku bisa memenangkan beberapa lomba antologi-antologi yang digelar. Kini sudah ada 12 lebih antologi ku yang terbit, bahkan beberapa sudah beredar di toko buku, aku 


 Si Ketua FLP Jakarta, senang sekali bisa mengenalnya, low profilenya itu yang menginspirasiku

BaW kini bagiku adalah sebuah rumah yang nyaman, tempat aku pulang melepas lelah dan penat hiruk pikuknya jejaring sosial, bertemu saudara-saudara ku yang ternyata mulai kurindukan bila tak seharipun menengoknya. Bila aku pulang ke Jakarta pun atau aku sedang pergi ke suatu kota, aku selalu berusaha menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman BaW, kopdaran, walaupun kadang hanya sekejap saja, tetapi bisa membuatku merasakan ukhuwwah yang indah ini! Jadi jangan heran, kalau tulisanku ini lebih seperti parade foto hehehe...

Dik Rahma, blogger yang keren, aku terinspirasi olehnya untuk aktif menjadi blogger
  
Aku ingin selalu belajar bersama di BaW yang memang berisi orang-orang hebat, menjadi penulis hebat dan tetap merakyat, seperti para anggota BaW sekarang, yang sudah keren tetapi tetap saja rendah hati, sebut saja Mbakku Mbak Mamah Ghulam Linda, Mbak Dhani Syifa,trus adik-adikku dik Leyla Hana, dik Ryawani Elyta, Dik Eni Martini, dik Afifah Afra, dik Aida Maslamah, dik Shabrina WS, dik Windi Teguh, dik Tuty adhayati, dik Naqqiyah Syam, dik Dwi apriliyanti, dik Oci YM, dik Binta AlMamba, dik Anik Nuraeni, dik Lina W sasmita, tuuhh kan bisa-bisa saya menulis semua member disini, karena memang member BaW keren-keren semua yuhuuu..

Kopdar begini selalu kusempatkan

Juga gank gokilku di BaW yang tidak bisa kusebut semua disini, dik Ikha sabar unlimited, dik nayla firdaus, dik viana si encus yusi rahmaniar, Pitak Vita sophia, Santi Artanti, si nchod Arul Chandrana, Arya Aditya, Andri husein, Laksamana, Yogi, pangeran senja, si jago ngeblog dik mughniar dan dik Rahmah, wah wah bakalan penuh nanti Blogku ini qiqiqi..
Oke, BaW tetaplah berkibar, karena aku ingin besar dan mendunia bersamamu!











































Kamis, 27 Juni 2013

AKHIRNYA AKU LOLOS #JUSTWRITE2 DIVA PRESS



           #JUST WRITE 2 adalah acara yang diadakan oleh Penerbit DIVA  Press Yogyakarta untuk menyaring penulis-penulis muda dan mencetaknya menjadi penulis-penulis handal. Ini pengumuman seleksinya :  http://blogdivapress.com/dvp/2013/02/22/pendaftaran-just-write-2/
Dengan tidak PD sama sekali, aku  mencoba mengirimkan karyaku, hadiah mendapat pelatihan gratis di Yogya itu yang membuatku mupeng. Aku mengirimkannya tanpa beban, seperti kebiasaanku yang berratus kali ikut lomba audisi menulis.  Kalau memang rejekiku aku pasti lolos, kalau nggak lolos ya besok ikut lomba lagi hehehe…
Waktu berlalu, aku nyaris lupa karena kesibukan kuliahku,  ketika aku menengok wall Fbnya Diva, betapa kagetnya aku, pesertanya sudah mencapai 877 orang. Ahh sudah jelas aku tidak akan lolos, apalagi tulisanku juga biasa-biasa aja hehehe… tetapi semakin banyak pesertanya aku semakin penasaran tak sabar menunggu pengumuman. Ketika hari pengumuman yang dijanjikan tiba, ternyata pengumumannya ditunda huaaa… aku semakin minder dan menyatakan tidak berharap lagi. Aku sudah tidak berusaha mengintip ke wall Diva dan tidak memikirkannya.
Tetapi ternyata telfon di pagi hari yang indah itu, mematahkan keraguanku, Pihak Diva Press menelfonku dan menyatakan aku lolos #Justwrite2. Alhamdulillah, aku sujud syukur, walaupun masih saja tidak percaya. Bayangkan dari 921 peserta seluruh Indonesia, diambil 30 orang, dan aku masuk. Unbelieveable! Oya Pengumuman lengkapnya bisa dilihat disini: http://blogdivapress.com/dvp/2013/05/03/pengumuman-peserta-lolos-seleksi-just-write-2-tahun-2013/
Sejak hari pengumuman itu, pihak Panitya rajin sekali menelfon, menyuruh melengkapi data dan menanyakan kesiapanku untuk berangkat ke Yogya. Bahkan semakin mendekati hari-H mereka semakin intens menanyakan jadwal berangkatku, mau naik apa ke Yogya dan minta dijemput dimana, dan pastinya jam berapa, benar-benar panitya yang luar biasa!
Sebelum akhirnya bertemu muka, kami sudah berkenalan dulu di facebook. Dua panitya yang kukenal di facebook itu juga sangat ramah sekali. Sering menyapaku kalau aku lagi online dan menanyakan ini itu. Aku juga sudah mulai akrab dengan beberapa peserta, karena sering ngobrol di FB. Semua itu benar-benar membuatku tidak sabar untuk segera mengikuti pelatihan menulis ini. Sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke Yogya.
Yang membuatku kepikiran, kenapa aku yang sudah tua ini yang mendapat kesempatan berangkat? Kalau kulihat profil teman-temanku, wah mereka masih sangat-sangat muda, beberapa bahkan baru lulus SMA. Sedangkan aku? Huhuhu aku saja sudah berbuntut empat! Hehehe. Tetapi seperti biasa, aku tetep PD dan semangat berangkat kesana, apalagi kalau membaca tulisan Mas Edi, Boss Diva dalam bukunya #CEOKOPLAK, beliau mengatakan : “Di kantor penerbit gue, siapapun kalian, penulis tua atau muda, pemula sekalipun, akan gue terbitkan karya kalian dengan syarat “LAYAK TERBIT” wahh adeemm rasanya hatiku. Aku jadi PD.. Belakangan hal ini juga kutanyakan kepada Panitya, kenapa aku yang tua ini bisa terpilih? Hehehe jawabannya adalah umur bukanlah masalah untuk berkarya. Syukurlah.
Akhirnya, saat berangkat ke Yogya itu tiba juga. Lumayan sedih harus meninggalkan keempat anakku. Untunglah ibu mertuaku berbaik hati bersedia menemani anak-anakku selama kutinggal ke Yogya. Aku memutuskan berangkat naik bis, karena hanya naik bis saja yang tidak terikat waktu. Pagi itu aku memang masih harus kuliah, dan juga ada pertemuan dengan pihak Kemendiknas yang tidak bisa ditunda. Jadi aku tidak bisa menentukan jam berapa aku berangkat. Memang kalau  naik bis akan membutuhkan waktu lama, tetapi tidak apa-apa, ada banyak hal yang bisa kulakukan selama perjalanan hehehe.. Aku berangkat malam, agar sampai Yogya pagi. Sekali lagi kuacungkan dua jempol buat panitya, mereka terus memantau perjalananku sampai mana aku, dan menyatakan mereka sudah siap menjemputku. Aku senang sekaligus geli, aku ini ibu-ibu, anakku sudah empat, dan sudah terbiasa bepergian, tetapi mereka memperlakukan aku seperti gadis lulusan SMA yang belum pernah pergi kemana-mana hehehe..
Akhirnya shubuh tiba dan sampailah aku di Yogya! Oh My God, senangnya hatiku. Sudah 21 tahun aku tidak melihat Yogya hehehe.. Aku harus menunggu sebentar karena panitya masih menjemput peserta lain di stasiun. Dan ketika panitya datang menjemputku, betapa gegap gempitanya hatiku. Aku ternyata tidak sedang bermimpi dan benar-benar akan mengikuti pelatihan ini! Welcome to Yogyakarta, Dew! TerimaKasih Diva!