Tulisan ini kuikutkan Giveawaynya http://kinzihana.blogspot.ae/2013/06/kinzihanas-ga.html
             Kenapa judul tulisanku seperti itu? Ya karena kalo sampai Pak Polisi membaca tulisanku ini, dan tahu aku tidak punya SIM, wah bisa-bisa besok pagi aku ditunggu di ujung jalan dan langsung ditilang! Hehehe..
Tidak punya SIM? Maksudnya? Aku tidak punya SIM? Yup betul sst jangan keras-keras ntar ketahuan Pak Polisi hehehe.. Kalau umurku baru berbilang belasan, mungkin wajar kalau aku tidak punya SIM ya? Atau kalau aku tidak bisa naik sepeda motor, masuk akal kalau aku tidak punya SIM. Tetapi aku adalah ibu-ibu berumur 40 tahun dan aku ini raja jalanan, so pasti aneh kalau aku tidak punya SIM. But, It’s true. I don’t have a driving license! Trus bagaimana aku bisa pergi kemana-mana dengan selamat?
            Kalau aku lagi di Jakarta (rumah ortu) atau di Surabaya (di Mertua) aku minta diantar dong kalau pergi kemana-mana hehehe… Nah, kalau aku sedang di daerahku di Lamongan, aku tidak akan pergi di pagi hari, karena Razia biasanya di pagi hari, aku akan beredar setelah pukul 12 hahaha.. kalau terpaksa harus pergi pagi, aku pinjam SIM temanku yang badan, wajah dan umurnya nggak beda jauh denganku, dan untungnya ada lhooo temanku yg rada mirip begitu hehehe.... Pak Polisi nggak akan perhatian, juga tidak akan minta KTP untuk mencocokkan hihihi..
Sebetulnya aku juga tidak selalu selamat, aku pernah beberapa kali kena tilang juga.
Yang pertama waktu di Surabaya, gara-gara tidak memakai helm standart, aku disemprit dan diberhentikan Pak Polisi..(haduh nggak liat ada Pak Polisi sembunyi dibalik pohon besar huhu) Dengan tampang sok gaya, aku tanya apa salahku? Ternyata soal helm itu, Ya Allah, waktu Pak Polisi meminta SIMku, aku mengatakan SIMku ketinggalan. Jadi deh aku kena tilang, STNKku ditahan huhu… Oya aku bukan warga yang suka menyogok ya, karena aku ibu-ibu gak ada kerjaan, jadi, ketika ditawari sidang, ya aku mau sidang aja, apa susahnya datang ke Pengadilan Negeri hihihi..Padahal mungkin pak polisi itu berharap yang lain hehehe..
Aku pernah juga kena Razia di Lamongan, waktu itu aku bawa SIM temanku, setelah kuberikan SIMku, lama Pak Polisi memandangnya dan mungkin menyamakan dengan wajahku, koq nggak sama begitu pikirnya, hatiku dag dig dug  takut ketahuan, akhirnya SIMKu dikembalikan, sambil beliau bilang, “Koq cantik yang di SIM ya?” wakakaka.. aku jawab itu abis mandi Pak, ini saya  abis ngajar udah jelek Pak, sambil kustater motorku wuss... amaann selaammaat Alhamdulilllaahhh hahaha..

Kenapa aku tidak pernah punya SIM? Karena aku selalu tinggal di daerah dimana aku tidak punya KTP daerah situ. Sewaktu aku SMA, aku tinggal di Madiun, padahal KTPku Magetan, dan orang tuaku di Jakarta. Aku tidak berani mengurus SIM sendiri di Magetan. Ketika akhirnya aku kuliah di Surabaya, KTPku Jakarta. Setiap pulang ke Jakarta waktuku selalu habis buat ini itu sehingga males banget ngurus SIM. Ketika akhirnya aku tinggal di Lamongan, KTPku Surabaya, karena aku sudah mengikuti KTP suami. Aku males ke Surabaya hanya untuk mengurus SIM saja hehehe.. Nah tahun ini KTPku sudah Lamongan koq, insyaAllah aku akan segera mengurus SIM, doakan yaaa….
Belum tentu mereka semua ini punya SIM lho hihihi...


Besok ngurus SIM ahh.. biar enak kalo jalan ma anak-anakku hehehe..

paling enak memang dianterin kemana-mana hahaha...

Atau gowes aja, gak pernah perlu SIM hehehe..



….

PAK POLISI DILARANG BACA

Tulisan ini kuikutkan Giveawaynya http://kinzihana.blogspot.ae/2013/06/kinzihanas-ga.html
             Kenapa judul tulisanku seperti itu? Ya karena kalo sampai Pak Polisi membaca tulisanku ini, dan tahu aku tidak punya SIM, wah bisa-bisa besok pagi aku ditunggu di ujung jalan dan langsung ditilang! Hehehe..
Tidak punya SIM? Maksudnya? Aku tidak punya SIM? Yup betul sst jangan keras-keras ntar ketahuan Pak Polisi hehehe.. Kalau umurku baru berbilang belasan, mungkin wajar kalau aku tidak punya SIM ya? Atau kalau aku tidak bisa naik sepeda motor, masuk akal kalau aku tidak punya SIM. Tetapi aku adalah ibu-ibu berumur 40 tahun dan aku ini raja jalanan, so pasti aneh kalau aku tidak punya SIM. But, It’s true. I don’t have a driving license! Trus bagaimana aku bisa pergi kemana-mana dengan selamat?
            Kalau aku lagi di Jakarta (rumah ortu) atau di Surabaya (di Mertua) aku minta diantar dong kalau pergi kemana-mana hehehe… Nah, kalau aku sedang di daerahku di Lamongan, aku tidak akan pergi di pagi hari, karena Razia biasanya di pagi hari, aku akan beredar setelah pukul 12 hahaha.. kalau terpaksa harus pergi pagi, aku pinjam SIM temanku yang badan, wajah dan umurnya nggak beda jauh denganku, dan untungnya ada lhooo temanku yg rada mirip begitu hehehe.... Pak Polisi nggak akan perhatian, juga tidak akan minta KTP untuk mencocokkan hihihi..
Sebetulnya aku juga tidak selalu selamat, aku pernah beberapa kali kena tilang juga.
Yang pertama waktu di Surabaya, gara-gara tidak memakai helm standart, aku disemprit dan diberhentikan Pak Polisi..(haduh nggak liat ada Pak Polisi sembunyi dibalik pohon besar huhu) Dengan tampang sok gaya, aku tanya apa salahku? Ternyata soal helm itu, Ya Allah, waktu Pak Polisi meminta SIMku, aku mengatakan SIMku ketinggalan. Jadi deh aku kena tilang, STNKku ditahan huhu… Oya aku bukan warga yang suka menyogok ya, karena aku ibu-ibu gak ada kerjaan, jadi, ketika ditawari sidang, ya aku mau sidang aja, apa susahnya datang ke Pengadilan Negeri hihihi..Padahal mungkin pak polisi itu berharap yang lain hehehe..
Aku pernah juga kena Razia di Lamongan, waktu itu aku bawa SIM temanku, setelah kuberikan SIMku, lama Pak Polisi memandangnya dan mungkin menyamakan dengan wajahku, koq nggak sama begitu pikirnya, hatiku dag dig dug  takut ketahuan, akhirnya SIMKu dikembalikan, sambil beliau bilang, “Koq cantik yang di SIM ya?” wakakaka.. aku jawab itu abis mandi Pak, ini saya  abis ngajar udah jelek Pak, sambil kustater motorku wuss... amaann selaammaat Alhamdulilllaahhh hahaha..

Kenapa aku tidak pernah punya SIM? Karena aku selalu tinggal di daerah dimana aku tidak punya KTP daerah situ. Sewaktu aku SMA, aku tinggal di Madiun, padahal KTPku Magetan, dan orang tuaku di Jakarta. Aku tidak berani mengurus SIM sendiri di Magetan. Ketika akhirnya aku kuliah di Surabaya, KTPku Jakarta. Setiap pulang ke Jakarta waktuku selalu habis buat ini itu sehingga males banget ngurus SIM. Ketika akhirnya aku tinggal di Lamongan, KTPku Surabaya, karena aku sudah mengikuti KTP suami. Aku males ke Surabaya hanya untuk mengurus SIM saja hehehe.. Nah tahun ini KTPku sudah Lamongan koq, insyaAllah aku akan segera mengurus SIM, doakan yaaa….
Belum tentu mereka semua ini punya SIM lho hihihi...


Besok ngurus SIM ahh.. biar enak kalo jalan ma anak-anakku hehehe..

paling enak memang dianterin kemana-mana hahaha...

Atau gowes aja, gak pernah perlu SIM hehehe..



….

18 komentar:

  1. “Koq cantik yang di SIM ya?”

    wakakaka
    guling2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka.. soalnya yang punya SIM memang cantik dik dibanding gue hehehe.. suerrrr guee berdebar2 bangett... takut pak polisi minta KTPku mau dicocokin hahaha...ketahuan dehh..

      Hapus
  2. parah hihihi..
    smoga ga ketauan polisi yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakaka tenaaang neng Lia, besok liburan ini gue mau bikn SIM, tepat diusiaku yg ke 40 hahaha....

      Hapus
  3. xixixix... jangan lupa berkendaraan dengan standard keselamatan yang cukup ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhuhuu sipp.. komentar anda sedikit serius, jangan2 anda ini Polisi hahahha.. KABBOOORRRR...

      Hapus
  4. hmmmmm dan juri pun semkin bingjng.

    mksih sudah ikutan y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp.. kapan yaa diumumkannn? hehehhe..

      Hapus
  5. Hahaha....seru mbak
    awalnya kepo banget waktu lihat judulnya "Pak Polisi Dilarang Baca". Eh ternyata... :D
    Tenang mbak... saya gak punya bapak/ibu/tante/om/pakde/bude yang polisi kok. Rahasia mbak dijamin aman terkendali :D
    Palingan ntar saya lari dan lapor ke polsek di depan sekolah saya *peace* *becanda*

    Eh mbak..KTP yang 'cantik' di upload dong fotonya..
    Haha penasaran mbak..

    Ternyata ngurus SIM itu repot ya? Untung.. saya masih belum bisa sepeda motoran. Jadi kapan2 aja lah ngurus SIM ^ ^

    Prasaan komen saya kepanjangan ya? Maaf ya mbak..abisnya seru sih. Artikel ini semoga gak menjadi inspirasi bagi orang lain yang gak punya SIM ya ntar malah niru pinjem SIM sodara kayak mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. huftt legaaa kalau dirimu tidak berbau polisi sama sekali hahaha yaaa KTP nya belum di scan non hahaha..
      Sebetulnya artikel ini lebih pantas kalau judulnya : Tips bebas bepergian dengan sepeda motor tanpa perlu punya SIM hahaha *kaboorr..

      Hapus
  6. hhehehe..ada byk cerita seru ya di balik SIM :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iyaa mbak Enny, dan ini lebih seru lagi kalau diterapkan hahaha..

      Hapus
  7. ku juga tinggal di surabaya :D

    Aku undang kam untuk ikutan giveawayku
    http://luchluchcraft.blogspot.com/2013/06/international-giveaway-luch-luch-craft_27.html
    untuk menangkan satu buah baju pilihan kamu sendiri :)
    Ikutan ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oyaa?? ayooo kopdaran, aku tiap selasa jum'at ke kampus UNESA lhoo.. hehehe..
      iihh kereenn, aku ikutaann yaaa.. ditunggu!
      makasih udah bersedia nengok kesini...

      Hapus
  8. Hihihiiii...
    Hati-hati artikel ini mengandung tips bagi para pembaca yang belum punya SIM heehehee *peace*
    Untung ya mbak ada teman yg mirip jd bs dipinjam SIM nya :)

    Saya pun belum punya SIM pdhl tiap hari ngantar anak skolah dimana tiap hari harus lewat jalan utama yg alhamdulillah belum pernah ada razia *halah, deket ini jaraknya*

    Semoga tahun ini beneran bisa bkin SIM ya mbak. Klo saya sih males aja bkin SIM, repot ngurus SIM ditemani 2 anak (salah satunya msh bayi) *jangan ditiru* :)


    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka itaaaaaa bener2 provokator dirimu yaaa..
      aku juga masih maless bikin SIM hahaha.. nunggu SIM masal aja biar murah dan gak pakai tes hahaha..

      Hapus
  9. wah mbak orang Lamongan?
    Vey Bojonegoro looo
    Betul tuh, razia sering pagi hari. Kalo siang jam 12 an mah pasti amaaannnn

    hihihi

    Aku kira, mau mendemo pak polisi karena dari judulnya "Pak Polisi dilarang baca"

    Ternyata masalah SIM toh..
    kayaknya walaupun baca, juga gak mungkin langsung mengintit mbak deh. Aku yakin itu. *letakkan tangan di dada


    Ayahku ktp Bojonegoro, SIM Jakarta. wkwkwkw :D
    Lebih mudah bikin SIM di sana katanya. Kalo di sini agak ribet. huhuhu...

    Tapi memang enak tinggal duduk manis aja sih, daripada nyetir sendiri. Hehe
    semoga cepat memiliki SIM ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haii vey ayo ketemuan di lamongan hehehe..
      Aminn makasih doanya yaa..
      iya di jakarta gak pakai tes kali, tapi pakai duit hahaha *kaboorr..

      Hapus