Jumat, 25 Maret 2016

LIMA JAJANAN PALING MEGILAN DI LAMONGAN

Sebetulnya aku bukan orang Lamongan asli. Aku pendatang disini. Sebelumnya aku tinggal di Surabaya dan kedua orang tuaku tinggal di Jakarta. Jangan ditanya soal jajanan di kedua kota besar itu, hampir di setiap belokan jalan pasti ada penjual jajanan yang enak-enak, tentu berbeda sekali dengan di Lamongan. Awal-awal ketika baru pindah ke Lamongan, aku sempat kaget juga, kotanya kecil dan sepiiiii.. hehehe

Eh tapi tak terasa, aku sudah lima belas tahun lhoo tinggal di Lamongan.. daan tentu saja sudah semakin banyak penjual jajanan di Lamongan. bahkan udah mirip di kota besar deh, karena sekarang hampir di setiap sudut kota dan perempatan jalan juga sudah banyak para penjual makanan..

Oya pasti bingung yaa baca judul tulisanku, ada kata MEGILAN hehehe.. Megilan digunakan oleh orang Lamongan untuk menekankan atau menyangatkan suatu kata, misalnya kita mau bilang JAJAN ITU ENAK SEKALI maka orang Lamongan bisa mengatakan Jajan e enake Megilan.  Megilan bisa juga digunakan untuk menggantikan kata hebat atau keren. Ketika orang Jakarta kagum terhadap sesuatu, lalu bilang Gileee Beeneerr maka orang Lamongan akan mengatakan MEGILAN TENAN.. hehehehe.. Selengkapnya tentang arti kata Megilan bisa dibaca disini

Baiklah, sekarang saya mulai cerita tentang lima jajanan yang paling megilan di Lamongan, yang paling enaak dan paling lariiissss...

     1. Tahu sumedang dan Pisang Kipas



 Jangan heran yaa.. tahu sumedang juga sampai Lamongan lhoo.. rasanya juga seperti tahu Sumedang biasanya, gurih dan lembut tekstur tahunya, tidak sama dengan tahu di Lamongan pada umumnya. Tahunya dimakan bersama saus petis yang membuat rasanya semakin megilan enaknya.
Pisang Kipas itu pisang yang dipotong dan dibentuk seperti kipas lalu diberi tepung dan digoreng. Jadi kalau mau datang ke tempat penjual tahu sumedang ini kita bisa mendapatkan dua jajanan dengan dua rasa yang berbeda yaitu tahunya yang gurih dan pisangnya yang manis.
Penjual tahu sumedang ini biasa mangkal di pojokan perempatan jalan Andanwangi Lamongan. Bukanya siang hari mulai jam 12 atau sehabis dhuhur sampai malam. Tetapi kalau sore sudah habis ya langsung tutup. Harga tahunya ini murah sekali cuma Rp. 500,- sedangkan harga pisangnya Rp. 1000,-, memang besaran pisangnya sih.. hehehe..


    2. Gorengan



Maksudnya gorengan disini adalah segala macam jajan yang dibalut tepung kemudian digoreng. Misalnya: pisang goreng, ubi goreng, tape goreng, tempe goreng, dadar jagung (bakwan jagung), bakwan (bala-bala), tahu isi dan masih banyak lagi. Makannya sendiri dilengkapi dengan cabe rawit dan saus petis. Tempat mangkalnya yang strategis yaitu di jalan Sunan Drajat di depan apotik Praja membuat gorengan ini laris manis. Kadang belum selesai penjualnya menggoreng, yang beli sudah mengantri. Selain rasanya enak, harganya yang murah cuma lima ratus rupiah membuatnya banyak disukai. Apalagi bukanya cuma sore hari sekitar pukul 15.30 setelah sholat Ashar membuat para pembeli sudah tak sabar menanti.


     3. Onde-onde mini dan pisang molen





Onde-onde mini adalah onde-onde tetapi dalam bentuk kecil, isinya juga sama yaitu kacang hijau. Hanya bentuknya saja yang kecil. Sedangkan pisang moleh adalah pisang yang dibalut dengan kulit semacam kulit lumpia kemudian digoreng. Bentuknya yang imut dan rasanya yang enak membuat jajanan ini selalu laris manis. Apalagi lokasinya berada di perempatan di depan pasar tingkat dan alun-alun Lamongan, persis di samping Pos Polisi, benar-benar strategis. Harganya perbutirnya juga murah, hanya Rp.200,- sehingga terjangkau semua kalangan.


   4.  Donat



Mungkin donat sudah menjadi makanan yang tidak asing lagi. Semua kalangan menyukainya, baik anak-anak, remaja bahkan orang dewasa. Di Lamongan ada toko roti dan bakery terkenal bernama Lily yang sangat laris manis dan melegenda. Baru-baru ini Lily membuka Dapur Roti yang menjual khusus Donat dengan beraneka warna dan bermacam-macam toping. Donatnya ada yang besar ada pula yang kecil. Booth tempat berjualan donat ini ada tepat di samping Lily Bakery, yaitu di Jl. Sunan Drajat 54 Lamongan. Tokonya mulai buka pukul 10.00 sampai pukul 21.00.Dandanan pegawainya yang lucu tapi modis membuat daya tarik tersendiri bagi para pembeli. Belum lagi pernak pernik boothnya yang diatur sedemikian keren dan memukau, seperti gambar badut, aneka balon dll membuat anak kecil yang lewat pasti minta mampir. Menurut saya Lamongan menjadi semakin megilan karena mempunyai stand donat ini hehehe..


   5. Marmut



Aih ini bukan marmut temannya kelinci lho yaa.. Marmut ini singkatan dari MARtabak iMUT hehehe.. yaitu martabak manis atau di Lamongan biasa dikenal dengan terang bulan tetapi dicetak dalam bentuk kecil-kecil makanya disebut Imut. Rasanya yang beraneka macam membuat banyak pembeli tergoda, apalagi ini tergolong jenis jajanan baru di Lamongan. So hampir setiap saat ramai sekali pembelinya. Harganya juga murah, dengan uang lima ribu rupiah kita bisa mendapatkan tiga marmut yang yummy. Penjual marmut banyak kita jumpai di Lamongan, ada yang di depan indomaret di Jl. veteran ada juga yang di dekat alun-alun. Jam bukanya cukup lama, yaitu siang sekitar jam 14 sampai larut malam.


Demikianlah lima jajanan yang menurut saya paling megilan di Lamongan, baik dari segi rasa, harga dan kualitasnya. Nggak percaya?? Ayo silahkan mampir ke kota saya hehehe..


 Tulisan ini diikutsertakan dalam Advencious dan JengSri First Giveaway




MEGILAN itu Gileee Beneeerrrrr...

      Sebagai pendatang di Lamongan, saya sempat heran ketika pertama kali mendengar kata MEGILAN.
    Tentu saja kita tidak bisa menjumpainya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hehehe karena kata MEGILAN ini adalah dialek bahasa di Lamongan yang berarti bukan termasuk kosa kata bahasa Indonesia. Baiklah saya akan menconba menjelaskan apakah arti kata Megilan ini dan bagaimana menggunakannya dalam kalimat.
     Biasanya untuk menekankan atau menyangatkan sesuatu,  menggunakan kata SEKALI atau SANGAT atau kadang-kadang BANGET. Misalnya kita akan mengatakan bahwa jarak antara rumah dan sekolah anak itu jauh, begitu jauhnya sehingga kita menggambarkannya dengan mengatakan: 

      Rumahnya jauh SEKALI  atau
      Rumahnya SANGAT jauh atau
      Rumahnya jauh BANGET
      
      Nah orang Lamongan akan mengatakannya menggunakan kata MEGILAN, menjadi :
      
      Omahe adohe MEGILAN..
     ( Omah = Rumah, Adoh = Jauh)
      
     Contoh lain :
     1.    Masakannya enak sekali = Masakan e enake megilan
     2.    Anak perempuan itu sangat cantik = Bocah Wedok iku ayune megilan
    Dalam konteks lain, Megilan bisa juga berarti Wow, Keren atau Hebat... yaitu ungkapan yang digunakan untuk menyatakan kekaguman kepada sesuatu atau seseorang.

      Misalnya : 
      Anak itu hebat sekali
      Bisa menjadi 
      Bocah iku megilan tenan.
      (Bocah = anak, tenan = beneran)
      Misalnya lagi :
      Murid itu Pintar sekali = Murid itu megilan tenan pinter e...
      Dalam bahasa daerah di Jepara kata megilan juga digunakan, tetapi artinya lebih kepada menakutkan atau menjijikkan. Oya kalau di Bojonegoro orang lebih suka menggunakan kata Matoh daripada Megilan.

      Nah, makanya seperti judul diatas, kalau di Jakarta orang sering bilang Gileee Beneeeerrrr!!....  maka orang Lamongan akan bilang MEGILAN TENAANNN!!...
    Jadi sebetulnya Megilan tenan itu bisa juga berarti Gile bener hehehe... sebagai ungkapan untuk mengungkapkan sesuatu yang keren atau hebat sekali.
      Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat dan membuat anda mengerti arti kata Megilan.          Semoga kita semakin mencintai keanekaragaman bahasa dan budaya kita.

     


Senin, 14 Maret 2016

CARA MEMBUAT BATIK


Secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pemberian malam(lilin) pada kain, pewarnaan dan pelepasa  lilin dari kain.

Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist).
Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan,tergantung berapa warna yang diinginkan.

Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.


Alat- alat yang diperlukan:

Canting atau cap --> canting adalah alat untuk membatik , biasanya terbuat dari bahan tembaga yang ujungnya menyerupai paruh  burung sedangkan cap adalah alat semacam stempel besar yang terbuat dari tembaga.

Gawangan --> adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik jika prosesnya adalah batik tulis. Gawangan dapat terbuat dari kayu atau bambu

Wajan --> berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari tembaga atau tanah liat (untuk batik tulis)

Anglo / kompor kecil--> digunakan untuk memanaskan wajan (untuk batik tulis)

Malam/lilin --> malam batik terbuat dari campuran berbagai jenis bahan yang berupa gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin

Bahan pewarna --> Pewarna bisa menggunakan pewarna kimia/buatan  atau dengan Pewarna alami (diambil dari kulit kayu soga, daun indigo dsb )

BATIK CAP
Tidak seperti batik tulis yang proses pembuatannya menggunakan canting, pada proses pembuatan batik cap alat yang digunakan yaitu cap (semacam stempel besar yang terbuat dari tembaga) yang sudah didesain dengan motif tertentu dengan dimensi 20cm X 20cm.

Proses Pembuatan batik cap adalah sebagai berikut :
  • Kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan bahan yang empuk
  • Malam direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60 s/d 70 derajat Celcius
  • Cap lalu dimasukkan kedalam cairan malam tadi (kurang lebih yang tercelup cairan malam adalah 2 cm bagian bawah  cap )
  •  Cap kemudian di-cap-kan (di-stempel-kan) dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi.
  • Cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori.


  • Setelah proses penge-cap-an selesai , kain mori selanjutnya akan akan masuk ke  proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna yang sudah dipilih. 



Kain mori yang permukaannya telah diresapi oleh cairan malam, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini.
  • Setelah proses pewarnaan, proses berikutnya adalah penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses penggodogan atau ngelorot. 



sehingga akan nampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.
Jika akan diberikan kombinasi pewarnaan lagi, maka harus dimulai lagi dari proses penge-cap-an cairan malam - pewarnaan - penggodogan lagi.Sehingga diperlukan proses berulang untuk setiap warna.
Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses perkawinan warna, karena permukaan kain mori yang telah diwarna sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, sehingga perlu keahlian khusus dalam proses pemilihan & perkawinan warna.
  • Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda.
  • Selanjutnya dikeringkan dan disetrika. 
Contoh-contoh alat  cap  :






BATIK TULIS


Alat untuk menulisnya atau yang biasa disebut canting terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu. Ujung dari canting atau biasa disebut cucuk, mempunyai lubang yang bervariasi, sehingga bisa menentukan besar kecilnya motif. Sedangkan bak penampung canting disebut sebagai nyamplung. Nyamplung ini bisa berisi cairan malam

Teknik batik tulis dilakukan dengan menorehkan cairan malam melalui canting tulis. Proses pembuatan batik tulis malam mirip seperti batik cap. . Cairan malam tetap terjaga kondisi suhunya pada 70 derajat celcius. Canting tulis mengambil cairan malam melalui nyamplung. Kemudian cucuk canting harus berlubang, sehingga perlu ditiup agar membran cairan terbuka. Setelah itu cairan malam baru dioleskan sesuai motif yang telah digambar di kain mori dengan pensil.




Jadi ringkas nya proses batik tulis :
- Siapkan kain mori terbentang
- Gambar sketsa motif batik yang akan dibuat dengan menggunakan pensil
- Torehkan cairan malam atau warna menggunakan canting tulis secara teliti
- Jika  cairan malam yang ditorehkan sudah selesai semua ,maka proses selanjutnya adalah pewarnaan, lorot malam, bilas soda, jemur, dan setrika (mirip seperti batik cap)


Proses Mendetail Pembuatan Batik Tulis
  • Siapkan kain, buat motif diatas kain dengan menggunakan pensil
  • Setelah motif selesai dibuat, sampirkan kain pada gawangan
  • Nyalakan kompor/anglo. Taruh malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap menyala kecil
  •  Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  • Mulailah  dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengarufi hasil motif batik.
  • Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna dgn warna tertentu tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan.Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dilakukan dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna.Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap nantinya.
  • Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  • Setelah itu adalah proses nglorot, dimana kain yg telah berubah warna tadi direbus dgn air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan lilin sehingga motif yg telah digambar menjadi terlihat jelas.Jika kita menginginkan beberapa warna pada batik yg kita buat, maka proses 3, 4, dan 5 bisa diulang beberapa kali tergantung jumlah warna yg kita inginkan.
  • Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna berikutnya .
  • Dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua ,pemberian malam lagi, pencelupan ketiga dst.Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tsb satu persatu (Proses membuka/nglorot dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.)
  • Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dans oda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.
  • Proses terakhir adalah mencuci /direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.



 BATIK PRINT

 Batik Sablon atau Batik Printing adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang teknis pembuatannya melalui proses sablon manual (seperti pembuatan spanduk / kaos), atau printing mesin pabrik.

Jika anda pernah melihat teknik pembuatan spanduk, nah batik sablon ini tidak jauh beda dari itu. Cuman bahan warna yang digunakan jelas beda kualitas dan mutunya.

Berbeda dengan batik cap, batik sablon printing ini hanya satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan. Sehingga warna dari batik sablon printing ini relatif lebih mudah pudar.







Kelebihan dari batik sablon printing adalah kecepatan dalam produksinya, karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plangkan yang digunakan. Selain itu motif batiknya juga bisa lebih detail. Teknik batik sablon printing umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi seragam dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya produksinya lebih hemat.

Proses pembuatan batik sablon printing adalah sebagai berikut :
1. Siapkan desain dalam ukuran satu bahan, kurang lebih ukran 2 x 1 meter. 
2. Cetak film desain dengan plankan (plankan yang digunakan untuk batik, pori-porinya lebih besar dibandingkan dengan palnkan yang biasa digunakan untuk spanduk atau kaos)
3. Jumlah plankan yang dibutuhkan adalah sesuai dengan jumlah warna yang akan digunakan
4. Siapkan kain mori dasar yang akan disablon, dengan posisi kain mori yang kencang
5. Letakkan palnkan di atas kain, lalu tuangkan pewarna dan tarik pewana dari ujung plankan ke ujung plankan lainnya dengan valet.
6. Keringkan kain mori yang telah diberikan warna
7. Ulangi langkah di atas, untuk setiap perbedaan warna dan desain.

Ciri-ciri batik sablon printing adalah :
- Motif bisa tidak berulang
- Desain bisa lebih detail
- Warna pada kain hanya tebal di salah satu sisi.


Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang dibuat adalah motif batik. oleh karena itu batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal, kemunculannya dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik.
Secara kasat mata kita dapat membedakan batik print dan batik tulis/cap dengan melihat permukaan di balik kain, biasanya kain batik print warnanya tidak meresap ke seluruh serat kain, dan hanya menempel pada permukaan kain, sehingga di balik kain masih terlihat sedikit berwarna putih.
Belakangan muncul perkembangan baru pada batik print, dengan adanya metode print malam.Metode ini dapat dikatakan perpaduan antara sablon dan batik. pada print malam, materi yang di printkan pada kain adalah malam (lilin) dan bukan pasta seperti batik print konvensional. setelah malam menempel, kemudian kain tersebut melalui proses pencelupan seperti pembuatan batik pada umumnya.


Sumber : Parasantique

Minggu, 06 Maret 2016

MENJADI IBU YANG DI RUMAH SAJA

Judul diatas itu sebetulnya adalah cita-citaku, menjadi ibu yang di rumah saja. Tetapi apa dayaku ternyata aku harus mendapatkan beasiswa ikatan dinas daaaan kemudian jadilah aku seorang  guru..


Alhamdulillah saya cuma jadi guru yang tidak perlu lama-lama meninggalkan anak di rumah hehehe...
Memang sih, tidak semua orang suka hanya menjadi Ibu rumah tangga saja, bahkan sebagian banyak yang minder, padahal itu adalah pekerjaan yang paling mulia. Sayangnya banyak pula orang tua yang tidak mendukung anaknya di rumah saja, mereka lebih bangga kalau anaknya berkarir di luar rumah.

"Sudah disekolahin tinggi-tinggi.. yaa ternyata balik ke dapuurr"
"Jadi istri itu yang mandiri, kerja sendiri jangan nunggu dikasih sama suami, nggaak enaak tauuu"
"Hari gini... koq cuma di rumah, emansipasi sonoooo!!"
Dan masih banyak lagi  suara-suara sumbang seperti itu yang sering kita dengar.

Tidak hanya dari pihak orang tua saja, aku juga pernah mempunyai teman yang awalnya adalah pekerja kantoran kemudian ketika menikah dan punya anak, dia memutuskan resign dan menjadi ibu rumah tangga demi mengasuh sang buah hati. Awalnya dia happy-happy aja, wah ternyata menyenangkan bisa santai-santai di rumah, nggak diburu-buru waktu, nggak diperintah-perintah pak boss, nggak ada deadline dan tanggung jawab yang harus dikerjakan, nggak pusing mikirin kerjaan dll dsb.. Nah tetapi lama-lama ternyata dia bosan hanya di rumah saja, apalagi ternyata pekerjaan rumah tuh yaaa gak ada habis-habisnyaaa... ngurusin anak ngurusin masak mencuci baju mencuci piring bersihin lantai bersihin halaman.. ampuuuunnnn capeknyooo.. belum lagi kalau si kecil udah pinter membuat rumah menjadi berantakan, barusaan diberesinnn Ya Allaahhh udah amburadul lagii!
Lalu temanku tadi mencoba menghibur diri, buka-buka media sosial, maksudnya mencari ide-ide bermanfaat supaya dia makin piawai memasak atau makin lihai mengatur rumah, tapiiii ternyataaa dia justru dongkol bin senewen, di berandanya, berseliweran foto-foto teman kerjanya yang makin cantik dan wangi saja, yang sibuk meeting sibuk maksi sibuk survey... aduuhh mereka sudah kemana-manaaaa, masak akuuu cuma di rumaah ajaaa.. lihatlah.. lihatlah aku yang seperti upik abu, daster baju kebesaranku, kemoceng senjataku, bau pesing aromaku huhuhuhu... 

Dan sorenya ketika suaminya sampai di rumah, berharap disambut senyuman manis sang istri dan tawa lucu sang anak ehhh ternyata justru mendapat serangan teriakan AKU MAU KERJAAA LAGIIIIIII... TITIIIIIKKKKK!! Untunglah suaminya nggak pingsan.
Begitulah akhirnya temanku itu memutuskan bekerja lagi, lalu apa kemudian semuanya menjadi lancar? Tidak juga, dia tetap saja pusing menitipkan anaknya kemana, ketika dia tinggal bekerja, belum kalau anaknya sakit dia juga tidak bisa bekerja dengan baik... tapi ya begitulah, memang hidup adalah pilihan, semoga pilihan kita adalah yang terbaik.

Makanya aku begitu terpesona ketika mengetahui keputusan mbak Vanti untuk begitu saja memutuskan keluar dari pekerjaannya ketika akan melahirkan anak pertamanya, walaupun awalnya sempat galau-galau begitulah, tetapi akhirnya keputusan yang tepat sudah diambilnya. Selengkapnya bisa dibaca di Highlight 2015 bagaimana dia menjalani hari-hari pertamanya menjadi ibu. Tidak hanya itu saja, bahkan mbak Vanti juga memutuskan mengisi waktu luangnya yang di rumah saja dengan membuka usaha menjahit berbagai macam pernak-pernik kebutuhan rumah tangga seperti selimut, dompet, tas, tempat pinsil, iket rambut, celemek, lap westafel, selimut, gorden dan masih banyak lagi, silahkan dibaca kisahnya yang sangat menginspirasi di Jahitan Ibu.

Ini nih hasil karya mbak Vanti yang cantiiikk banget..

Sebetulnya solusi bagi ibu-ibu yang di rumah saja itu memang seperti apa yang sudah dilakukan mbak Vanti, yaitu dengan membuka bisnis atau membuka usaha di rumah. Pemasukan tetap ada, ketrampilan tetap terasah dan juga tetap bisa merawat dan menemani anak-anak tumbuh besar. Bagaimanapun perkembangan anak-anak adalah hal yang terpenting yang tidak boleh sampai kita lewatkan apalagi harus kita serahkan kepada orang lain. Bukankah ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya??