Saat ini para guru se-Indonesia sedang galau karena hasil UKG yang mereka terima. UKG adalah Uji Kompetensi Guru, yaitu sebuah kegiatan ujian untuk mengukur kompetensi dasar baik kompetensi pedagogik ataupun profesional dalam domain content guru. Kegiatan UKG ini wajib diikuti oleh semua guru karena akan menjadi entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru tersebut.

Pada hasil UKG itu akan diketahui bagaimana kemampuan para bapak dan ibu guru tersebut. Hasil UKG tersebut terbagi dalam tiga kategori yaitu : Moda daring, moda daring kombinasi dan moda tatap muka. Yang dimaksud dengan moda Daring adalah model pembelajaran dalam jaringan dimana guru diharapkan mempelajari modul dan mengerjakan beberapa tugas untuk memperbaiki nilai merah mereka. Teman-teman guru sempat bingung ketika mereka diharapkan harus mengerjakan semuanya dengan online. Dalam hal ini tentu dibutuhkan sebuah perangkat komputer yang handal dan konektivitas internet yang lancar. 
Dan jangan lupa menggunakan windows 10 yang asli yaa.. Windows 10 sudah fleksibel bila dibanding dengan windows 8 yang hanya touch screen. Jangan khawatir, windows 10 juga bisa diupgrade pada perangkat komputer kita, laptop, notebook ataupun tablet kita. Start menunya merupakan gabungan dari windows 7 dan 8. Selain itu aplikasinya bersifat universal. Hal ini tentu memudahkan kita mengoperasikannya.

ASUS sebagai brand terpercaya sesungguhnya telah memiliki solusi bagi para guru di seluruh Indonesia ini. Sebagai perusahaan terkemuka di era digital saat ini, ASUS merancang dan memproduksi banyak produk sempurna yang salah satunya adalah Notebook ASUSPRO B8230. Notebook dengan ukuran layar 12” ini memiliki fitur lengkap sesuai yang kita perlukan saat ini. Semuanya ada dalam satu laptop. Para guru bisa membawa notebook ini kemana saja. Baik ketika sedang pelatihan di sekolah lain maupun ketika harus mengerjakan tugas-tugas di sekolah maupun di rumah. Notebook B8230 ini sudah dijamin mempunyai performa dan mobilitas tinggi juga sudah teruji ketangguhannya.

Didukung oleh Intel Skylake 15W (intel Core i3/i5/i7) Processor dengan vPro (opsional) yang dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan kita, notebook ini juga sudah berstandar militer MIL-STD 810G, dengan cover alumunium yang ringan dan kuat. Memori notebook ini juga bisa ditingkatkan menjadi 20GB dibandingkan dengan memori pada notebook lainnya dan ini berarti ROI lebih untuk investasi aset IT kita. Notebook ini cocok sekali untuk memenuhi jam kerja yang panjang terutama bagi guru yang harus menyelesaikan moda daring mereka. Dilengkapi dengan baterai yang dapat bertahan 8 jam, 3-cell 49W baterai Li-Polymer yang dapat dilepaskan, notebook ini akan menjadi teman dan sahabat setia kita dalam menyelesaikan tugas-tugas yang begitu banyak.
Aku pengguna setia ASUS, semoga bisa segera membeli B8230


Notebook B8230 ini Juga dilengkapi dengan Trusted Platform Module (TPM) yaitu sebuah chip hardware terintegrasi pada motherboard untuk mengenkripsi data sehingga mengurangi resiko membaca password tanpa izin dan enkripsi kunci untuk data sensitif. Lapisan tambahan keamanan ini memungkinkan notebook untuk menjalankan apliaksi lebih aman, sehingga kita tidak perlu merasa was-was bila kita hendak menyelesaikan pekerjan kita sehingga komunikasi lebih dapat dipercaya. TPM juga menyediakan perangkat keamanan sistem secara keseluruhan termasuk kemampuan melindungi file dan email yang sangat penting dalam melakukan moda daring ini.


So sekarang nggak perlu khawatir lagi, selamat belajar para pahlawan tanpa tanda jasa!! ASUS supports you!!

NOTE BOOK ASUSPRO B8230 Support Para Guru Moda Daring

Jangan Murkai Anakmu, Bu!!



            Sepeda berkeranjang itu sudah  ada di tempat biasanya. Aku bergegas, berjingkat memasuki ruang pengajian. Dugaanku benar, pasti sudah dimulai. Senyum manis mbak Emy menyambutku. Sambil menjabat tanganku, Mbak Emy bertanya,” Nangdi sik? Koq telat?”senyumnya tak lepas dari wajahnya.
            “Biasa, Arul rewel mbak, minta beli es krim ” Aku memang tidak mungkin mengantar anakku pulang dulu, karena jarak rumah kami yang jauh. Jadi aku selalu mengajak Arul ke tempatku mengaji.
           Kesel arek iku, ngantuk paling” kata mbak Emy sambil meraih tangan Arul dan mengajaknya duduk disampingnya. “Bu Emy bisa bikin kodok, Arul mau tak buatkan?”
            “Kodok? Katak?” Tanya Arul.
            “Iyaaa katak, Arul mau katak?”
            “Bisa lompat?” Arul tampak antusias.
            “Yaa.... bisalah ” Jawab mbak Emy, tersenyum.
            Aku masih menyiapkan buku catatan pengajianku. Kulirik dengan ekor mataku, mbak Emy sibuk menyobek kertas, lalu melipatnya, sret... sret... sret... dengan cekatan. Arul tak berkedip menatap tangan mbak Emy yang sibuk melipat-lipat kertas menjadi sebuah katak. Dan tak sampai dua menit, jadilah katak yang bisa melompat-lompat. Arul memekik kegirangan, “Mau lagi Ammah, mau tiga!! Tiga katak, Ammah!”
            “Sstttt.... Arul yang pintar, ibu sedang ngaji, nggak boleh berisik, udah satu aja, nanti lagi, ayo sana main diluar” Aku tarik Arul agar menjauh.
        Wis jarno ben seneng” Mbak Emy dengan cekatan membuatkan dua katak lagi dan mengangsurkannya ke Arul. Arul tertawa senang dan membawa kataknya keluar. Arul sibuk bermain di luar sampai pengajianku selesai. Mbak Emy memang sering menyelamatkan acara ngajiku, sehingga anakku gak pernah rewel dan asyik bermain sendiri. Kadang dia membagikan permen, kadang membiarkan pulpennya dipinjam dan masih banyak lagi. “Jarno, pokoke areke meneng” begitu selalu jawabnya dan  tentu sambil tersenyum.
 

            Tapi Jum’at ini berbeda dengan Jumat- Jumat biasanya. Tidak ada lagi sepeda berkeranjang itu terparkir di tempat pengajianku. Basah mataku mengingat semuanya. Tidak ada lagi senyum manis dan sapa ramah Mbak Emy. Beliau sudah meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Allah memanggilnya tanggal 21 Agustus 2016 kemarin.  Begitu cepat. Aku sangat kehilangannya. Aku tahu ini pasti yang terbaik, aku juga tidak tega bila harus melihat mbak Emy mengerang menahan sakit setiap serangan penyakitnya itu datang. Tetapi aku benar-benar kehilangannya.
            Dokter mengatakan Mbak Emy menderita kanker otak stadium 4. Bulan Ramadhan kemarin dokter menyarankan untuk operasi, tetapi karena resiko paska operasi yang demikian besar, keluarganya memutuskan untuk tidak dioperasi saja. Seperti kita ketahui, melakukan operasi di otak ibarat mengambil jarum di dalam tahu, tidak mungkin tahu itu tetap utuh ketika kita mengeluarkan jarumnya. Ada syaraf lain yang beresiko terganggu seperti kelumpuhan atau kebutaan dll. Tetapi karena rasa sakit yang sudah tak tertahankan, maka pertengahan Agustus kemarin mbak Emy setuju untuk dioperasi. Sayangnya tindakan operasi belum sempat dilakukan, Allah lebih dahulu memanggilnya.
            Mbak Emy adalah sosok sederhana dan taat beribadah. Sudah beberapa tahun ini kami mengaji bersama. Setiap kali pergi ke tempat mengaji, mbak Emy selalu menaiki sepeda sendiri. Mengayuhnya di siang bolong karena pengajian itu dimulai pukul 14.00. Bisa dibayangkan betapa panas dan capeknya, apalagi jarak tempat mengaji dan rumahnya lumayan jauh, mungkin ada sekitar 4 kilometer. Hebatnya lagi mbak Emy selalu datang paling awal. Kami yang ke pengajian naik motor aja selalu kalah cepat kalau datang, bahkan teman yang rumahnya disamping tempat pengajianku pun masih sering kalah on time dengan mbak Emy.
            Tapi mbak Emy nggak pernah marah, rasa maklumnya sangat tinggi meihat kami yang selalu datang terlambat.Mbak Emy berpikir anak kami yang masih kecil-kecil itu yang membuat kami ribet untuk datang tepat waktu. Padahal kami saja yang kurang pandai mengatur waktu. Mbak Emy juga rajin tilawah, tiap awal Ramadhan ketika kami masih terbata-bata menyelesaikan satu jus kami, mbak Emy sudah tilawah sembilan jus. Dua hari sudah sembilan jus, saudara-saudara!! Bayangkan rajinnya!! Kalau aku memujinya, mbak Emy selalu mengelak dengan mengatakan bahwa dia di rumah saja sedangkan kami semua bekerja jadi waktu tilawah pasti terbatas. Padahal sebetulnya kami saja yang kurang bisa membagi waktu huhuhu...
             Mbak Emy juga rajin sekali mengikuti majelis ilmu, baik yang diadakan di Masjid Namira, di Masjid Sunan Derajat maupun di Sukodadi. Aku cuma tersenyum kecut kalau mbak Emy sharing tentang ibroh yang dia dapatkan di setiap tempat pengajian itu. Aku selalu sok sibuk tidak bisa datang. Lagi-lagi itu cuma alasanku saja karena tidak pandai-pandai mengatur waktu. Kuakui, semangat beribadah mbak Emy memang tiada duanya. 


pictures taken from anawalls.com and ruqayyah27.blogspot.com
           



"SEPEDA BERKERANJANG" (Mbak Emy in Memoriam)

Selamat ulang tahun Iwan Fals!! Hari ini genap 55 tahun usia Bang Iwan, semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu bersama Bang Iwan sekeluarga. Wish you all the best yaa Bang!! Amiinnn..
Ada poster ini di kamar saya dulu hahaha...

Bang Iwan, saya ini ngefans Abang sejak kecil, tepatnya sejak SMP dan semakin tergila-gila ketika duduk di bangku SMA. Saya koleksi kaset Bang Iwan semuanya. Pokoknya rela nggak jajan asal bisa beli kaset Iwan Fals. Saya ikuti semua berita tentang Bang Iwan di koran-koran dan televisi. Saya bikin klipping sampai tebal bangeettt hehehe. Bang Iwan tentu masih ingat, kebebasan pers belum seperti sekarang, bisa lihat Bang Iwan tampil di televisi itu seperti anugerah yang luar biasa. Boro-boro bisa nyanyi dengan bebas ya Bang? Yang ada justru berita  dicekal ketika tampil huhuhu…

Tetapi Bang Iwan memang hebat, lagu-lagu Bang Iwan kebanyakan selalu mengkritik Pemerintah, jadinya suka dicekal nggak boleh tampil deh.. Padahal justru lagu ciptaan Bang Iwan itu yang membuat saya suka dan ngefans banget. Lagunya ringan tetapi selalu pas dan mengena. Bisa ditebak deh, saya hafal semua lagu Iwan Fals. Saya juga koleksi kaset bang Iwan dengan group SWAMI maupun KANTATA TAKWA. Sampai-sampai adik-adik saya ikut-ikutan ngefans juga sama Bang Iwan. Mungkin gara-gara tiap hari ndengerin lagu-lagu Iwan Fals dan melihat poster-poster Abang yang bertebaran di dinding rumah saya hahaha... 
taken from pekanbaru.tribunnews.com


Bahkan ketika duluu masih sekolah, teman sekelas saya juga jadi suka sama Bang Iwan gara-gara provokasi saya. Ada juga kakak kelas saya sampai penasaran ingin ketemu saya, soalnya di bangku tempat duduk saya, ada tulisan DHE FALS hahaha… Kalau pagi kan kakak kelas saya yang menduduki bangku itu dan saya siangnya karena sekolah saya gedungnya terbatas sehingga saya masuk siang.

Saking susahnya lihat Bang Iwan tampil saya selalu bela-belain lihat konsernya deh. Kalau sekarang sih,tinggal buka you tube, mau cari lagu Bang Iwan yang mana juga gampang ya Bang? Dulu saya sampai bela-belain berangkat dari Madiun ke Jogjakarta hanya karena pengen lihat Bang Iwan tampil huhuhu Pernah juga lihat Abang tampil di Parkir Timur Senayan, pas kebetulan saya lagi pulang ke Jakarta, untungnya saya buru-buru pulang, karena setelah itu pertunjukan itu rusuh, banyak penonton marah. Huh, saya paling sebal dengan penonton norak seperti itu. Kenapa nggak jadi penonton yang santun? menikmati musik dengan indah? menyanyi bersama dengan tenang? Kalau berakhir rusuh kan nanti Bang Iwan bisa dicekal dan ijin tampil jadi susah? Bener-bener heran deh saya..

Saya mengikuti semua perkembangan Bang Iwan lho, saya juga shock ketika tahu Galang meninggal dan lalu Bang Iwan menghilang, nggak pernah muncul lagi. Dan saya ikut bahagia juga ketika Raya Lahir.. Oke Bang, yang pasti saya mau mengucapkan terima kasih banyak. Bang Iwan secara tak sengaja sudah “menemani” masa remaja saya, masa muda saya, walaupun Abang kenal juga kagak sama saya hehehe.. Setidaknya saya bisa menjadi generasi yang hebat, bisa menjadi muslimah yang handal karena ngefans sama bang Iwan. Lewat lagu-lagu Bang Iwan saya jadi tahu bagaimana menegakkan kebenaran, bagaimana berjuang untuk selalu jujur, bagaimana harus bertahan karena cobaan, bahkan bagaimana harus selalu setia pada pasangan, Bang Iwan benar-benar idola yang menginspirasi!

Sampaikan salam saya ke kak Yos yaa.. Bang Iwan tahu, saya semakin mantap berjilbab, ketika melihat kak Yos tampil dengan jilbabnya. Sampai ibu saya ketika itu mengatakan, untung saya ngefans ke Iwan Fals, banyak kebaikan yang saya dapatkan dan saya ikuti hehehe Sekali lagi terima kasih Bang Iwan, jangan bosan menyampaikan kebenaran yaa, saya akan selalu mendukung Bang Iwan. 

Tetap Ganteng (taken from poskotanews.com)

Oya sekarang anak saya mulai suka sama Bang Iwan mungkin karena selalu dengar lagu-lagu Bang Iwan di playlist saya hehehe.. Awalnya dia heran setiap kali saya bernyanyi, lho koq Ibu hafal semua lagu-lagu Iwan Fals?? tanyanya hahaha....belum tahu dia, kalau ibunya seorang Falsmania! Oke, sekali lagi selamat ulang tahun ya Bang, kalau tahun ini saya cuma bisa nulis di blog tentang Bang Iwan, semoga tahun depan saya bisa nulis buku tentang Bang Iwan deh hehehe Aamiiinn....

Bang, satu mimpi saya yang belum terwujud, saya ingin sekali ketemu langsung dengan Bang Iwan.. Kapan yaaa... hiks!

TAGS

FALSMANIA (Catatan kecil di ulang tahun Iwan Fals)


Aku mempunyai adik laki-laki yang umurnya hanya berbeda dua tahun denganku. Ketika masih kecil, adikku itu terkena virus polio. Mungkin karena kesibukan Ibu dan Bapak, sehingga adikku tidak mendapatkan cukup imunisasi. Akibatnya di suatu hari, adikku mengeluh kakinya lemas tidak bisa digerakkan. Orang tuaku benar-benar panik. Ketika itu sudah ada dua tetanggaku yang terkena virus itu dan kakinya mengecil. Tentu saja orang tuaku tidak ingin hal itu dialami adikku.





b4b45e9176b6ea6d1ac7648331c975ee_aku

Akhirnya mulailah acara pengobatan yang panjang dan melelahkan demi kesembuhan adikku. Aku melihat semangat dan kegigihan orang tuaku untuk mengusahakan kesembuhan adikku. Segala macam pengobatan dijalani agar adikku tetap bisa berjalan normal. Hampir tiap hari adikku ke rumah sakit untuk menjalani therapy sinar X, di rumah juga Bapak membuatkan alat therapy jalan dan lain-lain. Tak jarang aku harus di rumah bersama pembantu, karena Bapak dan Ibuku mengantar adikku therapy keluar kota. Sering aku pulang sekolah dijemput Tukang Becak langganan karena ibuku tak bisa menjemputku. Tetapi kami semua menjalani dengan senang hati, terbayang susahnya kehidupan kami kala itu, gaji bapak yang cuma seorang tentara tentulah habis buat pengobatan adikku. Tetapi bukankah kita tidak boleh berputus asa dari Rahmat Allah?

Aku tahu Bapakku juga harus menguburkan impiannya mempunyai anak seorang taruna Akabri. Walaupun Bapak tidak secara langsung mengatakannya tetapi aku bisa tahu betapa Bapak menginginkan adikku menjadi seorang taruna. Apalagi kami tinggal di kompleks perumahan TNI-AU. Hari ini Si A dilantik menjadi seorang taruna, besok si B diterima di AKABRI dan hanya berita-berita seperti itu yang kami dengar setiap hari. Bapak cukup menghibur dirinya dengan mengatakan Bapak ingin mempunyai anak-anak yang sarjana. Bapak ingin anak-anaknya semua kuliah. Dan walaupun saat itu masih kecil, aku bertekad memenuhi keinginan kedua orang tuaku.

Karena sakit yang di deritanya, adikku tidak bisa menjadi anak laki-laki yang lincah. Karena begitu kecapekan sedikit, badan adikku langsung panas. Makanya ibuku ekstra ketat menjaga adikku. Adikku dilarang bermain layaknya seorang anak laki-laki, sering aku yang bermain layang-layang dengan Bapakku, dan adikku hanya melihat saja. Aku yang bermain bola, berenang, bermain kasti dan macam-macam permainan laki-laki, sedangkan adikku harus puas cuma melihat saja. Untuk mengisi waktu luang adikku, Bapak banyak membelikan buku cerita, jadilah adikku seorang kutu buku. Dia menjadi anak yang smart karena senang membaca. Kelak ini yang akan mempermudah karirnya. Berkat kesabaran orang tua kami mengupayakan kesembuhan adikku, akhirnya polio itu tidak sampai menyerang adikku. Hanya gejalanya saja dan sudah dimatikan virusnya.



d29882bdf206231b429a2f7f4fa87c5c_ku2
Akhirnya adikku kuliah di jurusan IT, ahli dalam bidang komputer dan tekhnologi. Sama sekali tidak membutuhkan keahlian fisik. Adikku pun kemudian bekerja di perusahaan penerbangan di bagian safety. Dan bertahun-tahun berkutat di dunia penerbangan membuat adikku ingin mencoba kemampuan lain. Memang Allah tidak akan merubah nasib seseorang kalau bukan orang itu sendiri yang merubahnya. Ketika perusahaan penerbangan tempat adikku bekerja, mendirikan sekolah pilot, mereka memberi kesempatan para pegawainya untuk mendaftar tes. Siapapun yang lolos berhak mengikuti sekolah pilot itu dengan biaya pendidikan yang murah karena mendapat diskon atau potongan harga yang besar.

Adikku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia mencoba mendaftar menjadi pilot, dan alhamdulillah dia diterima. Serangkaian tes yang ketat sempat meragukan tekadnya. Tetapi ternyata takdir dan ketentuan Allah lebih indah buatnya. Memang Bapakku kemarin gagal mempunyai anak seorang taruna AKABRI tetapi ternyata adikku justru menjadi seorang pilot. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh kami sekeluarga mengingat penyakit polio yang dideritanya.


a882b236ce938125676ae251ea07c79f_ku3
Allah sudah mengabulkan impian adikku, walaupun tampak mustahil di mata manusia, ternyata kuasa Allah benar-benar sangat hebatnya. Mana mungkin seorang penderita gejala polio bisa menjadi seorang pilot? Tetapi tidak ada yang tidak mungkin bila Allah sudah menghendakinya. Memang cukuplah kita berusaha, memantaskan diri untuk mendapatkannya. Yakinkan Allah bahwa kita mampu dan berhak memperolehnya. Dan biarkan Allah yang mengaturnya. Mengatur sehingga kita berhak mendapatkan impian kita. Jangan pernah menyerah, teruslah bermimpi dan Allah yang akan membantu kita mewujudkan mimpi itu... Aminn..

Selamat ulang tahun ya Feng, selalu menjadi adik yang mebanggakan buatku, suami yang hebat buat Rizky dan juga Abi yang hebat buat Syafa, Al dan Fatin. Semoga umur panjangmu Barokah, senantiasa sehat dan sukses selalu. Aminnnn..

POLIO vs PILOT (Catatan kecil di ulang tahun adikku)