Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

IBUKU TELOLETKU

CERPEN

Aku bergegas menyelesaikan doaku, mengucapkan amin sambil mengusap mukaku. Kutarik sarungku ke atas dan menyilangkannya di dada agar tidak mengganggu lariku. Seperti biasa aku harus cepat-cepat pulang, karena ibu akan segera berangkat kerja. Aku tidak mau pagiku terlewati tanpa mencium tangannya. Pak Nur tersenyum melihatku, memakai sandal sambil berlari. Pasti beliau sudah hafal kebiasaanku. “Hati-hati, Arif!” Ucapnya sambil tersenyum. Aku balas dengan anggukan kepala dan segera melesat pulang. Sesampai di rumah, Ibu sudah rapi, sudah berjilbab dan sedang memakai jaketnya. Itu berarti Ibu sudah siap berangkat. Senyumnya lepas menyambutku yang berlari dengan terengah-engah. “Nggak usah berlari, Ibu pasti menunggumu pulang dari Masjid!” Ibu memelukku dan mencium rambutku. Ritual pagi yang selalu kusuka. “Segera bangunkan adikmu yaa, suruh cepat mandi dan ajak makan, baju seragamnya sudah Ibu siapkan. Sholatmu jangan sampai telat, maafkan Ibu ya Mas, selalu merepotk…