Langsung ke konten utama

JANGAN ANGGAP ENTENG DIARE

Di Lamongan ini aku adalah pendatang, tidak punya sanak saudara. Jadi aku sangat hati-hati menjaga kesehatan keluargaku. Karena kalau sampai sakit, aku akan kerepotan merawatnya sendiri.
Suatu saat, anakku yang paling kecil pernah terkena diare, ketika itu aku baru saja pulang dari menengok orang tuaku di Jakarta. Sudah dua hari, diarenya belum berhenti juga,  obat yang kudapat dari bidan juga tidak banyak membantu, akhirnya karena kulihat anakku semakin lemas dan badannya mulai panas, karena dehidrasi, maka aku membawanya ke rumah sakit. Waktu itu umur Arul masih sembilan bulan. Karena melihat kondisinya, akhirnya dokter menyarankan untuk opname saja. Aku setuju asal anakku bisa cepat sembuh.
Lucunya pembantuku dan beberapa tetangga menganggapku berlebihan, kata mereka, orang cuma diare saja koq pakai opname. Bahkan ada yang bilang anakku sawanen naik pesawat terbang, aduuuhh aku tidak menyangka pola pikir masyarakat desa terkadang memang masih seperti itu, atau entah karena kuper ya hehehe...

Banyak memang masyarakat yang belum paham bahwa diare itu tidak bisa dianggap enteng, itulah mengapa kemarin nutricia mengadakan acara #Indonesiamerdekadiare untuk mensosialisasikan betapa bahayanya diare apabila tidak segera ditangani.
dr. Andy Darma


Pada kesempatan ini dr Andy Darma, SpA (K)  konsultan Gastrohepatologi Anak di RSUD dr. Soetomo menyampaikan tentang pentingnya penanganan diare.  Menurut beliau, penyebab diare yang paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit. Dan penyebab diare terbanyak pada anak adalah Rotavirus yang akhirnya bisa mengalami intoleransi laktosa.

Seseorang dikatakan telah terkena diare apabila mengalami BAB lebih dari dua atau tiga kali dalam waktu 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair. Dan apabila sudah terkena diare,maka yang harus dilakukan adalah:
1. Apabila masih minum ASI maka mohon pemberian ASI tetap diteruskan karena ASI itu yang terbaik bagi bayi.
2. Berikan larutan oralit untuk mencegah dehidrasi
3. Kalau tetap berlanjut, konsultasikan kepada tenaga medis
4. Jangan lupa menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
5. Bila perlu beri nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

Pembicara kedua adalah mbak Nabila Chairunissa, Digestive Care Manager Nutricia Sarihusada menyampaikan bahwa mungkin masih banyak yang belum mengetahui kalau si kecil yang mengalami diare, itu bisa beresiko:
1. Lebih pendek 3,6 cm ketika berusia 7 tahun dibanding teman-temannya yang jarang terkena diare
2. Kekurangan gizi
3. Memiliki IQ lebih rendah


Mengingat sedemikian besar resikonya maka Nutricia mengadakan kampanye #Indonesiamerdekadiare sebagai langkah nyata komitmen Nutricia Sarihusada agar anak Indonesia menjadi ggenerasi maju, karena dirawat oleh para ibu yang memahami penanganan diare pada anak dengan tepat.

Yuk kita bantu kampanye ini agar semakin banyak ibu yang tahu dan waspada terhadap diare demi menyelamatkan generasi kita. Nutricia juga menyarankan untuk melihat penjelasan prof Nutri baik di facebook, instagram ataupun youtube. Semoga #Indonesiamerdekadiare segera terwujud. 

Komentar

  1. harus waspada selalu nih kalau si kecil lagi diare apalagi untuk moms seperti saya..

    Waspada Diare

    BalasHapus

Posting Komentar

Tengkyu udah blog walking here and nyempetin comment!

Postingan populer dari blog ini

LIMA JAJANAN PALING MEGILAN DI LAMONGAN

Sebetulnya aku bukan orang Lamongan asli. Aku pendatang disini. Sebelumnya aku tinggal di Surabaya dan kedua orang tuaku tinggal di Jakarta. Jangan ditanya soal jajanan di kedua kota besar itu, hampir di setiap belokan jalan pasti ada penjual jajanan yang enak-enak, tentu berbeda sekali dengan di Lamongan. Awal-awal ketika baru pindah ke Lamongan, aku sempat kaget juga, kotanya kecil dan sepiiiii.. hehehe
Eh tapi tak terasa, aku sudah lima belas tahun lhoo tinggal di Lamongan.. daan tentu saja sudah semakin banyak penjual jajanan di Lamongan. bahkan udah mirip di kota besar deh, karena sekarang hampir di setiap sudut kota dan perempatan jalan juga sudah banyak para penjual makanan..
Oya pasti bingung yaa baca judul tulisanku, ada kata MEGILAN hehehe.. Megilan digunakan oleh orang Lamongan untuk menekankan atau menyangatkan suatu kata, misalnya kita mau bilang JAJAN ITU ENAK SEKALI maka orang Lamongan bisa mengatakan Jajan e enake Megilan.  Megilan bisa juga digunakan untuk menggantik…

MEGILAN itu Gileee Beneeerrrrr...

Sebagai pendatang di Lamongan, saya sempat heran ketika pertama kali mendengar kata MEGILAN.     Tentu saja kita tidak bisa menjumpainya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hehehe karena kata MEGILAN ini adalah dialek bahasa di Lamongan yang berarti bukan termasuk kosa kata bahasa Indonesia. Baiklah saya akan menconba menjelaskan apakah arti kata Megilan ini dan bagaimana menggunakannya dalam kalimat.      Biasanya untuk menekankan atau menyangatkan sesuatu,  menggunakan kata SEKALI atau SANGAT atau kadang-kadang BANGET. Misalnya kita akan mengatakan bahwa jarak antara rumah dan sekolah anak itu jauh, begitu jauhnya sehingga kita menggambarkannya dengan mengatakan: 
      Rumahnya jauh SEKALI  atau       Rumahnya SANGAT jauh atau       Rumahnya jauh BANGET       Nah orang Lamongan akan mengatakannya menggunakan kata MEGILAN, menjadi : Omahe adohe MEGILAN..      ( Omah = Rumah, Adoh = Jauh)      Contoh lain : 1.    Masakannya enak sekali = Masakan e enake megilan 2.    Anak perempuan it…