Siang itu Nabila pulang tanpa senyuman, padahal biasanya dia selalu ceria. Selesai ganti baju, tiba-tiba dia mengangsurkan selembar kertas kepada saya. Ada nilai 45 di kertas itu. Itu adalah kertas ulangan matematika. Terus terang saya sempat kaget melihatnya. Nilai itu terlalu rendah buat saya. Kedua kakaknya bahkan hampir selalu mendapat nilai 100 untuk matematika. Anakku yang satu ini memang lain. Saya tidak marah, hanya bertanya, kenapa mendapat nilai jelek? Bukankah semalam dia sudah belajar tentang soal itu. Nabila menjawab dia lupa bagimana caranya. Saya hanya bisa menghela nafas panjang.


Tidak sama dengan kedua kakaknya yang sangat mahir matematika. Maka Nabila ternyata tidak. Saya sempat shock juga karena merasa gagal mengajarinya. Padahal saya juga memberikan perlakuan yang sama dengan kedua kakaknya, Mengajarinya dengan metode yang sama, kenapa Nabila sangat sulit memahami Matematika?

Semua pertanyaan saya itu terjawab sudah pada acara Konferensi Ayah Bunda Platinum yang diadakan oleh Morinaga Platinum tanggal 10 September kemarin di Convention Centre Grandcity Mall Surabaya. Pada kesempatan ini Dr. Rose Mini, A. P., M. Psi menyampaikan bahwa kecerdasan seorang anak itu terdiri dari berbagai bentuk, yang meliputi:
1. Musical Intelligence
2. Bodily kinesthetic intelligence
3.Logical Mathematic intelligence
4.visual spatial intelligence
5.Linguistic Intelligence
6.Interpersonal intelligence
7.intrapeesonal intelligence
8.Natural intelligence
Jadi setiap anak tidaklah sama. Masing-masing menpunyai kecerdasan sendiri. Kita tidak perlu khawatir apabila anak kita berbeda dengab yang lain. Percayalah dia pasti memiliki kelebihan yang lain yang bisa kita explore.

Konferensi Ayah Bunda Platinum yang dihadiri ratusan peserta dari Surabaya dan sekitarnya ini dimulai pukul 9 dan selesai pukul 15 lebih ini sangatlah meriah. Banyak ilmu yang bermanfaat yang bisa didapatkan oleh para peserta. 

MENJADI ORANG TUA PLATINUM BERSAMA MORINAGA PLATINUM




Siang itu Nabila pulang tanpa senyuman, padahal biasanya dia selalu ceria. Selesai ganti baju, tiba-tiba dia mengangsurkan selembar kertas kepada saya. Ada nilai 45 di kertas itu. Itu adalah kertas ulangan matematika. Terus terang saya sempat kaget melihatnya. Nilai itu terlalu rendah buat saya. Kedua kakaknya bahkan hampir selalu mendapat nilai 100 untuk matematika. Anakku yang satu ini memang lain. Saya tidak marah, hanya bertanya, kenapa mendapat nilai jelek? Bukankah semalam dia sudah belajar tentang soal itu. Nabila menjawab dia lupa bagimana caranya. Saya hanya bisa menghela nafas panjang.


Tidak sama dengan kedua kakaknya yang sangat mahir matematika. Maka Nabila ternyata tidak. Saya sempat shock juga karena merasa gagal mengajarinya. Padahal saya juga memberikan perlakuan yang sama dengan kedua kakaknya, Mengajarinya dengan metode yang sama, kenapa Nabila sangat sulit memahami Matematika?

Semua pertanyaan saya itu terjawab sudah pada acara Konferensi Ayah Bunda Platinum yang diadakan oleh Morinaga Platinum tanggal 10 September kemarin di Convention Centre Grandcity Mall Surabaya. Pada kesempatan ini Dr. Rose Mini, A. P., M. Psi menyampaikan bahwa kecerdasan seorang anak itu terdiri dari berbagai bentuk, yang meliputi:
1. Musical Intelligence
2. Bodily kinesthetic intelligence
3.Logical Mathematic intelligence
4.visual spatial intelligence
5.Linguistic Intelligence
6.Interpersonal intelligence
7.intrapeesonal intelligence
8.Natural intelligence
Jadi setiap anak tidaklah sama. Masing-masing menpunyai kecerdasan sendiri. Kita tidak perlu khawatir apabila anak kita berbeda dengab yang lain. Percayalah dia pasti memiliki kelebihan yang lain yang bisa kita explore.

Konferensi Ayah Bunda Platinum yang dihadiri ratusan peserta dari Surabaya dan sekitarnya ini dimulai pukul 9 dan selesai pukul 15 lebih ini sangatlah meriah. Banyak ilmu yang bermanfaat yang bisa didapatkan oleh para peserta. 

4 komentar:

  1. Jadi ingat waktu aku tes IQ, hasilnya linguistic intelligence. :D

    BalasHapus
  2. Penting banget tahu kecerdasan dasar anak. :D Biar kita bisa asah dan insyaallah kelak bisa jadi ahlinya.

    BalasHapus
  3. Acara yang sangat bermanfaat. :) Semoga bisa ada di kotaku.

    BalasHapus
  4. Nabila mungkin kurang di matematika...tapi siapa tahu ia mahir di mapel lainnya

    BalasHapus