Langsung ke konten utama

IKUTLAH KEMANA IBU PERGI, NAK!


Sejak Ayahnya meninggal, Arul, anak bungsuku selalu ingin ikut kemanapun aku pergi. Arul seperti takut kutinggalkan. Mungkin dia belum bisa menerima kenyataan bahwa kini dia hanya tinggal punya ibu saja. Akhirnya tanpa sadar dia jadi takut kehilangan aku. Seorang sahabat mengatakan itulah kenapa Arul selalu ingin dekat denganku, selalu ingin bisa melihat aku karena biar dia merasa yakin bahwa dia tidak akan kehilangan ibunya, bahwa dia tidak akan kehilangan untuk yang kedua kalinya. Bahkan kata sahabatku itu, Arul pasti mau disuruh nunggu di bangku jelek kek, ruangan pengap, nggak ada hiburan, nggak ada teman, nggak ada makanan, nggak papa, yang penting bisa lihat ibu dan yakin bahwa dia masih punya ibu.



Dan memang benar apa yang dikatakan sahabatku itu,  pernah pada suatu hari aku mengajaknya meliput suatu acara, dari pagi sampai sore. Aku melihat Arul sampai bosan, buku yang dibawanya sudah habis dibaca, main game di handphonenya juga sudah capek. Gaya duduknya yang semula duduk manis sampai ganti menghadap ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang bahkan sampai dia  nungging dan tiduran di bawah kursi.  Aku tahu dia capek dan bosan, tetapi ketika kutanya, "Capek ya dik? makanya enak di rumah kan? bisa tiduran, bisa makan-makan, bisa lihat TV?" Dengan sigap Arul menggelengkan kepalanya kuat-kuat "Ngaaaaakk, enak disini, enak sama Ibuuuu!!" Aku peluk dia, aku ingat ucapan sahabatku. Arul benar-benar tidak mau jauh dariku, benar-benar takut kehilangan lagi.

Sejak saat itulah, aku dan Arul seperti perangko dan amplopnya  (adduh ini mah perumpamaan jadul ya) Yaaa sejak saat itu aku  dan Arul seperti Hamish dan Raisya (ehhh...) adduh ini mah nggak selalu yaa, atau seperti upin dan ipin? Dimana ada Upin disitu selalu ada Ipin ? Ya pokoknya intinya gitu deh, dimana ada aku maka disitu juga ada Arul... kemanapun itu, jauh pun itu, lama pun itu, Arul always wanna be around me...

Tidak masalah kalau itu hanya di dalam kota saja, padahal sebagai seorang blogger kegiatanku banyak sekali. Apalagi aku tinggal di kota kecil, jadi tak jarang aku harus ke luar kota untuk mengikuti event-event tertentu. Akhirnya dengan terpaksa aku selalu mengajak Arul. Kadang aku khawatir juga, takut kalau anakku sakit karena kecapekan. Oleh karena itu aku selalu menyediakan obat untuknya, yang selalu kubawa kemanapun aku pergi. Setidaknya hal ini membuatku tenang kalau tetiba Arul sakit. Teman setiaku itu adalah tempra syrup, obat turun panas sejak anakku bayi.

Beberapa alasan kenapa aku memilih tempra, yaitu karena :
1. Tempra aman di lambung.
2. Tanpa dikocok, tempra mudah larut 100 persen.
3. Dosis tempra selalu tepat, jadi tidak mungkin menyebabkan over dosis atau kurang dosis. Tempra juga mudah didapat dimana saja, di apotik dan di toko obat.

Itulah mengapa aku tidak pernah khawatir mengajak anakku bepergian, karena ada tempra yang menemani kami. Ikutlah kemana Ibu pergi Nak, bila itu membuatmu merasa tenang dan bahagia.


Komentar