Langsung ke konten utama

WITHOUT YOU





Detak waktu seakan enggan tuk bertambah
Menemani gelisahku di malam ini
Benarkah Tuhan, dia kini telah pergi

Remuk sudah harapan yang telah tersisa
Engkau titipkan airmata dalam duka
Benarkah Tuhan, dia kini telah pergi

Rabbanaaaa...
Malaikatku kini telah Engkau ajak pergi
Menemuimu dengan cinta dalam hati
Rabbanaaaa...
Malaikatku kini telah Engkau ajak pergi
Rabbanaaaa....


Ampuni khilafnya
Sayangi jiwanya
Tempatkanlah ia di surga
 (RABBANA by Indah Nevertari)

Mendengarkan lagu itu benar-benar menyayat hatiku. Tujuh bulan sudah kau tinggalkan aku. Rasanya tak percaya. Kini aku harus sendiri. Rasanya tak rela, Allah memanggilmu sedemikian cepatnya...

Masih sering terlintas tanyaku, kenapa Allah tidak mengijinkanmu melihat anak-anak tumbuh besar? Kenapa Allah tidak mengijinkanku menua bersamamu? Kenapa Allah tak membiarkanmu menemaniku? Kenapa?

Seandainya saja ada dirimu, semua pasti tidak sedemikian sulit begini... Anak-anak semakin bertambah besar dan seperti biasa aku kesulitan mengatur mereka, karena biasanya aku cukup minta tolong padamu dan kau akan selesaikan semuanya..

Seandainya ada dirimu, semua pasti tidak akan sedemikian sedih begini... Anak-anak beberapa kali sakit dan merindukanmu, aku tahu mereka menangis dalam diam, mengharapkanmu ada dan menemani mereka, walaupun semua tak terucap tapi aku merasakannya..

Seandainya ada dirimu, astaghfirullah aku menulis ini tidak sedang menggugat takdir, tapi kenapa masih sulit menerimanya, padahal sudah tujuh bulan berlalu...

Aku merindukanmu Mas, pada indah dan pahit yang kita jalani
Aku merindukanmu Mas, pada susah senang yang telah kita lewati
Aku merindukanmu Mas, pada tawa dan airmata yang telah kita lalui
Ahhh seandainya kau tau Mas, Aku sangat merindukanmu...

Aku tahu, waktu akan menyembuhkan semuanya...
Tapi apa waktu bisa menjamin, aku akan bisa tegar tanpamu?
Aku tahu, waktu akan membantuku melalui semuanya
Tapi apa waktu bisa menjamin, aku tetap berjalan tegak seperti dulu?

Hanya ikhlasku-lah yang membuat segalanya akan baik-baik saja
Hanya sabarku-lah yang membuat segalanya akan indah-indah saja
Kini, biarlah aku menikmatinya..
Ada empat cinta kita yang membuat segalanya tetap berwarna...

Akan kuingatkan mereka untuk selalu mengirimkan doanya untukmu
Akan kuajari mereka mencintaimu selalu
Akan kutemani mereka menjemput impiannya
Dan akan kuyakinkan kepada mereka bahwa cintamu akan tetap ada

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa'afihii wa'fuanhu...


I miss you, mas Isa
You know I will be fine
#sevenmonthswithoutyou











Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIMA JAJANAN PALING MEGILAN DI LAMONGAN

Sebetulnya aku bukan orang Lamongan asli. Aku pendatang disini. Sebelumnya aku tinggal di Surabaya dan kedua orang tuaku tinggal di Jakarta. Jangan ditanya soal jajanan di kedua kota besar itu, hampir di setiap belokan jalan pasti ada penjual jajanan yang enak-enak, tentu berbeda sekali dengan di Lamongan. Awal-awal ketika baru pindah ke Lamongan, aku sempat kaget juga, kotanya kecil dan sepiiiii.. hehehe
Eh tapi tak terasa, aku sudah lima belas tahun lhoo tinggal di Lamongan.. daan tentu saja sudah semakin banyak penjual jajanan di Lamongan. bahkan udah mirip di kota besar deh, karena sekarang hampir di setiap sudut kota dan perempatan jalan juga sudah banyak para penjual makanan..
Oya pasti bingung yaa baca judul tulisanku, ada kata MEGILAN hehehe.. Megilan digunakan oleh orang Lamongan untuk menekankan atau menyangatkan suatu kata, misalnya kita mau bilang JAJAN ITU ENAK SEKALI maka orang Lamongan bisa mengatakan Jajan e enake Megilan.  Megilan bisa juga digunakan untuk menggantik…

MEGILAN itu Gileee Beneeerrrrr...

Sebagai pendatang di Lamongan, saya sempat heran ketika pertama kali mendengar kata MEGILAN.     Tentu saja kita tidak bisa menjumpainya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hehehe karena kata MEGILAN ini adalah dialek bahasa di Lamongan yang berarti bukan termasuk kosa kata bahasa Indonesia. Baiklah saya akan menconba menjelaskan apakah arti kata Megilan ini dan bagaimana menggunakannya dalam kalimat.      Biasanya untuk menekankan atau menyangatkan sesuatu,  menggunakan kata SEKALI atau SANGAT atau kadang-kadang BANGET. Misalnya kita akan mengatakan bahwa jarak antara rumah dan sekolah anak itu jauh, begitu jauhnya sehingga kita menggambarkannya dengan mengatakan: 
      Rumahnya jauh SEKALI  atau       Rumahnya SANGAT jauh atau       Rumahnya jauh BANGET       Nah orang Lamongan akan mengatakannya menggunakan kata MEGILAN, menjadi : Omahe adohe MEGILAN..      ( Omah = Rumah, Adoh = Jauh)      Contoh lain : 1.    Masakannya enak sekali = Masakan e enake megilan 2.    Anak perempuan it…