Kamis, 30 April 2015

MY FAMILY IS MY LIFE #BeraniLebih Kuat menjadi ibu


          Dua tahun yang lalu, suamiku terkena serangan stroke yang kedua. Karena ini serangan kedua maka akibatnya lebih fatal dan lebih parah dibandingkan dengan serangan yang pertama. Suamiku sempat lumpuh ketika itu. Aku benar-benar shock dan terpukul menghadapi kenyataan ini. Tak sanggup rasanya menjalani kehidupan ini, dengan beban yang begitu teramat berat bagiku. Tetapi aku kemudian menyadari ada anak-anakku yang membutuhkan aku. Ada anak-anak yang menyadarkanku bahwa life must go on, bagaimanapun hancur leburnya diriku. Perlahan-lahan aku mulai bangkit dan menata ulang semuanya. Syukurlah setelah melalui pengobatan yang rutin akhirnya kini suamiku bisa berjalan normal lagi walaupun tubuh bagian kanannya mengalami penurunan fungsi. 
Maka sejak itulah aku harus menerima kenyataan bahwa kini semua sudah berubah. Aku harus berani lebih kuat mengganti kebiasaanku menggantungkan semua permasalahanku pada suamiku, aku harus mandiri dan berusaha menghandle semuanya. Tentulah sangat sulit, mengurus keempat orang anakku sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Belum lagi membangkitkan semangat hidup suamiku dan membuatnya menerima takdir bahwa kini dia tak lagi sempurna. Jangankan mencari nafkah, bahkan menolong dirinya saja, suamiku sudah tak sanggup.
         
Senyum bahagia suamiku lebih berharga dari piala apapun

 Akhirnya aku berusaha berani lebih kuat menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anakku. Sudah biasa bagiku kini kemana-mana sendiri, mengantar jemput anakku, mengantar suamiku berobat, memenuhi semua kebutuhan keluarga, ya aku lakukan semua demi anak-anak. Untunglah aku selama ini bekerja, jadi ketika suamiku sakit maka penghasilanku bisa bermanfaat buat keluargaku. Walaupun aku harus tetap pandai-pandai memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan, mulai dari berjualan sampai memberi tambahan pelajaran. Alhamdulillah Allah memudahkan semuanya, aku yakin itu juga tak lepas dari doa suamiku.
              Walaupun aku selalu berusaha berani lebih kuat menjadi ibu yang hebat tapi aku yakin bahwa semua pencapaian itu tak lepas dari doa-doa suamiku yang dipanjatkannya kepada Allah untuk kebaikanku dan keberhasilanku. Aku tidak pernah merasa hebat dan merasa sok mampu, aku tetap menganggapnya kepala keluarga, tetap menganggapnya sebagai imamku dibalik semua kekurangannya. Aku tetap selalu berusaha berani lebih kuat dan menikmati peranku saat ini, menjadi ibu sekaligus ayah buat anak-anakku. Dan  tetap bersyukur bahwa suamiku tetap selalu ada disampingku bagaimanapun kondisinya. Cukup bagiku ketika aku membuka mata, dia ada bersamaku, siap menemaniku berjuang mengantar anak-anak ke pintu gerbang keberhasilan mereka. Semoga aku selalu berani lebih kuat menjadi ibu buat anak-anakku dan menjadi istri yang membahagiakan buat suamiku. Amin.

FB : Triana Dewi
Twitter : @tdewianshory