PENYEBAB DARAH HAID BERCAMPUR LENDIR BENING

      Selama berlangsungnya siklus haid, para wanita seringkali melihat adanya lendir yang bercampur dengan darah haid dengan kurun waktu yang cukup konsisten. Tetapi lendir yang keluar tersebut aroma bau yang dimilikinya tidak menyengat. Tetapi sebetulnya apa yang menyebabkan pada saat haid keluar lendir bening yang bercampur dengan darah haid? Keluarnya darah haid bercampur lendir bening tersebut disebabkan oleh kelenjar serviks yang memiliki fungsi untuk menjaga kebersihan area kewanitaan dan melembabkannya. Meski begitu keluarnya lendir bersamaan dengan darah haid tersebut memiliki jumlah yang banyak dan akan menimbulkan aroma bau, ini merupakan indikasi adanya hal yang tidak baik dari kondisi tubuh seorang wanita. Oleh karena itu setiap wanita pastinya harus mewaspadai pada saat adanya lendir yang bercampur dengan darah haid yang menimbulkan aroma bau yang tidak sedap.
Berikut ini adalah 3 penyebab adanya darah haid yang bercampur lendir diantaranya yaitu : 

Ovulasi 
Ovulasi merupakan salah satu bentuk proses yang akan terjadi pada saat tibanya periode menstruasi. Hal tersebut dikarenakan adanya pelepasan sel telur yang berasal didalam folikel, dimana sel telur tersebut dinyatakan sudah matang pada saat berada didalam ovarium.Untuk bisa mendorong proses pelepasan tersebut, maka dapat dipastikan bagian kelenjar pituitary mampu mengeluarkan sejumlah hormone luteinzing didalam jumlah yang cukup banyak. Dimana akan mampu membuat meningkatnya kadar hormon estrogen dan progesterone. Yang perlu diketahui adalah para wanita umumnya akan dapat menghasilkan lendir disetiap periode menstruasi dengan tekstur lendirnya yang cukup berair. Pada saat melonjaknya hormone maka lendir akan bercampur dengan darah haid dan bahkan bisa semakin banyak, jika dilihat dari kalkulator ovulasi ini akan menjadi pertanda waktu yang paling subur.  

Bakteri Vaginosis 

    Keluarnya lendir bening yang bercampur dengan darah haid ini juga bisa dikarenakan adanya infeksi didalam bakteri vaginosis yang merupakan salah satu bentuk faktor utama dari terinfeksinya bagian darah. Kondisi ini adalah salah satu bentuk atau penyebab dari tidak seimbangnya normal bakteri didalam vagina yang menjadi terganggu. Bakteri vaginosis ini juga merupakan salah satu infeksi pada bagian vagina yang paling sering terjadi pada wanita dimasa suburnya. Sedangkan faktor yang menyebabkannya belum diketahui dengan pasti dan bagaimana perkembangannya. Tetapi para ahli melihat jika seorang wanita yang sering berganti pasangan didalam berhubungan badan maka kemungkinannya akan beresiko tinggi terkena bakteri vaginosis tersebut. Terjadinya bakteri vaginosis ini akan ditandai dengan adanya lendir atau keputihan yang tipis dengan baunya yang tidak sedap. Akan terjadi dalam waktu yang bersamaan ataupun tidak bersamaan dengan menstruasi dan juga pada bagian sekitar vagina akan merasakan gatal. 

Infeksi Ragi Vagina 
Biasanya terjadinya infeksi ragi vagina disebabkan oleh adanya pertumbuhan jamur yang berlebihan, dan jamur tersebut diberi nama jamur candida. Pada saat jamur candida tersebut tumbuh secara berlebihan maka kondisi ini akan menyebabkan keputihan yang tebal dan bahkan teksturnya juga terlihat hampir menyerupai keju cair pada saat kamu menstruasi. Terjadinya infeksi ragi vagina ini juga akan menyebabkan rasa gatal pada area kewanitaan, akan munculnya sensasi seperti rasa terbakar, pada saat buang air kecil terasa sakit, dan bahkan pada saat melakukan hubungan suami istri pun akan terasa nyeri. 
Terjadinya kondisi yang seperti ini pastinya akan sangat membahayakan kesehatan vagina dan harus segera diatasi dengan baik. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi ragi pada bagian vagina seperti kurangnya waktu istirahat, stress yang berlebihan, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis, gejala darah tinggi, HIV/AIDS, tidak terkontrol dengan baiknya kadar diabetes, dan faktor lainnya. 
Biasanya terjadinya infeksi ragi vagina ini bisa disembuhkan dengan hanya menggunakan salep, krim vagina, ataupun pil supositoria.

Pembersihan Vagina 
Sebenarnya keluarnya lendir pada saat menstruasi adalah sebuah hal yang wajar, dimana hal tersebut terjadi karena vagina atau organ intim sedang membersihkan dirinya supaya terhindar dari terjadinya peradangan ataupun infeksi ataupun penyebab darah encer. Vagina akan mengeluarkan lendir ataupun cairan bersamaan dengan haid yang ada didalam lendir tersebut yang mengandung sel sel mati dan juga bakteri.

Uretritis 
Adanya darah haid yang bercampur dengan lendir bening juga dapat disebabkan oleh uretritis. Hal tersebut dikarenakan saluran pembawa urine yang menuju kandung kemih akan menyebabkan meradangnya lendir dan iritasi yang bisa menimbulkan ciri ciri terjadinya infeksi pada sel darah putih. Terjadinya infeksi ini disebabkan oleh adanya virus dan juga bakteri didalam vagina dan lapisan yang ada didalam saluran uretra. Nantinya terjadinya iritasi ini akan berkembang dan menyerang organ ginjal serta kandung kemih sehingga menyebabkan bercampurnya lendir dengan darah menstruasi yang disertai dengan rasa sakit. 

Terjadinya darah haid yang bercampur dengan lendir bening ini bisa terjadi karena berbagai hal mulai dari tidak terjaga dengan baiknya kebersihan vagina, anemia, stress yang berlebihan, kurang tidur, dan bahkan bisa disebabkan oleh penyakit yang lainnya. Segera periksakan diri ke dokter jika keluarnya darah haid yang bercampur dengan lendir bening disertai bau. Selalu semangat hidup sehat yaaa..

Komentar

Postingan Populer