Langsung ke konten utama

BUKAN CRITICAL ELEVENNYA IKA NATASSA


Naik pesawat bukan Lagi hal yang mewah

Bepergian menggunakan pesawat, kini bukan lagi hal yang mewah. Banyak orang telah merasakan bagaimana nyamannya naik pesawat. Selain menghemat waktu, kini tiket pesawat juga tidak begitu mahal. Coba bandingkan apabila kita bepergian dengan naik kereta atau naik kapal, bisa membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa sampai berhari-hari.

Ketika naik pesawat maka kita akan dilayani oleh mbak-mbak cantik dan mas-mas ganteng. Mereka adalah para pramugari dan pramugara. Tugas mereka biasanya menjelaskan bagaimana memakai sabuk pengaman, bagaimana memakai pelampung, dimana masker oksigen dan letak pintu darurat. Mereka akan memperagakannya sebelum pesawat tinggal landas. Biasanya setiap penumpang akan dilayani seolah-olah itu adalah penerbangan pertama mereka. Bagi yang sudah berkali-kali naik pesawat, tidak boleh bosan ya melihat peragaan mereka hehehe....
Arul Selalu suka terbang

Kadang-kadang para pramugari dan pramugara itu juga sering memerintahkan kita untuk melakukan ini dan melakukan itu yang sering tidak kita pahami maksudnya. Beberapa hal yang sering diperintahkan sebelum pesawat tinggal landas maupun landing adalah menegakkan sandaran kursi, membuka penutup jendela, menutup meja (tray table) dan bagi yang duduk di deretan depan, tidak boleh meletakkan tas dan lain-lain di depan kursi.
Penutup jendela harus dibuka


Perlu diketahui, bahwa 90% kecelakaan pesawat biasanya terjadi saat take off dan landing. Yaitu kira-kira di menit ke delapan setelah take-off dan tiga menit sebelum landing. Sehingga sering kita dengar istilah Critical Eleven. Bukan Critical Eleven novelnya Ika Natassa lho yaa hahaha... 

Dan disaat itu terjadi, penumpang hanya punya waktu 90 detik untuk keluar dari pesawat. Kalau tidak keluar, penumpang terancam meninggal karena berbagai hal, seperti : smoke inhalation atau kekurangan oxygen, dan pesawat sinking incase of ditching (water landing).
Tegakkan sandaran kursi

Satu emergency exit di cabin, didesain hanya untuk mengevakuasi sekitar 65 orang. Bayangkan dalam waktu  satu setengah menit itu, bila kita terjebak, kita akan kesulitan untuk keluar dari kursi, padahal menegakkannya apalagi disaat panik, bisa menghabiskan waktu 10 detik sendiri. Bukankah disaat evakuasi, 1 detik itu sudah masalah hidup dan mati? sangat berharga sekali. Oleh karena itu, biasakan untuk menegur penumpang didepan kita apabila dia tidak menegakkan sandaran kursinya.  Karena bila ada emergency landing, yang bakalan terkena dampaknya adalah orang yang duduk dibelakangnya. Kalau sudah terjebak (trapped) dan tidak bisa keluar dari kursi, apalah daya kita, belum tentu juga yang duduk di depan kita mau menegakkan sandaran kursinya, alih-alih membantu dia pasti akan lari keluar secepat mungkin menyelamatkan dirinya sendiri.

Tidak hanya itu, dalam penerbangan di malam hari, mengapa lampu kabin juga pasti selalu diredupkan? Alasannya sama, karena dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka kita tidak boleh membuang waktu percuma. Disaat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mati, pasti butuh beberapa waktu supaya mata bisa adaptasi dengan pencahayaan yg gelap...maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak perlu beradaptasi lagi disaat ada emergency landing.
Ruangan di kabin harus gelap


Sekarang penjelasan mengenai penutup jendela kabin yang harus dibuka. Pada training pilot dan pramugari ada kelas yg namanya "CRMC" yaitu kelas tentang komunikasi. Biasanya 70% lebih kecelakaan pesawat terjadi karena kurang komunikasi, mungkin antara pramugari, pilot maupun penumpang. Padahal dalam penerbangan kita harus menggunakan semua info yg ada , termasuk dari penumpang sekalipun. Kaca dibuka tujuannya adalah supaya penumpang bisa melihat keadaan di luar. Contoh bila ada kebakaran di sayap, kapten pilot tentu tidak bisa melihat, pramugari juga pasti tidak melihat, mungkin justru penumpanglah yg bisa melihat dan langsung bisa memberitahu para crew supaya bisa secepat mungkin dilakukan evakuasi. Atau kalau di negara Eropa , kadang sayap pesawat beku karena ada es, maka diharapkan penumpang bisa melihatnya dan kemudian melaporkan kepada crew supaya bisa melakukan perbaikan sebelum terbang. Itulah megapa penutup jendela harus selalu dibuka.

So, kesimpulannya,  dengerin apa kata mbak pramugari atau mas pramugaranya yaaa... karena kalau terjadi accident, yg bakal terkena akibatnya adalah kita sendiri. Oke have a nice flight yaaaa!!


*data tulisan ini diperoleh dari berbagai sumber

Komentar

  1. Ciyeee bg Arul eksis di blog mamah 😄 nice info mb, kerjasama semua pihak penting banget ya konon lagi dalam perjalanan udara begini, pasrah sepasrah nya mah dan demi meminimalisir kecelakaan kita wajib ikut aturan demi keselamatan semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha memang Arul Bintang iklanku mbak, iyaa semoga kita selalu patuh pada semua regulasi walaupun kadang nggak tau maksudnya hehehe

      Hapus
  2. betul banget tuh Mbak... penting banget dengerin intruksi awak kabin demi kenyaman dan keamanan selama flight... Hallo Arul ganteng, jalan2 terus ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumah nenek Arul di JKT jadi kalo nengok jauh sekalian jalan-jalan deh makasih tante udah bw yaaa

      Hapus
  3. Klo ingat ngerinya rasa gak pingin naik pesawat. Tp mengingat waktu dan jarak tempuhnya, pesawat adalah pilihan yg fleksibel. Semoga allah selalu melindungi kita di setiap perjalanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinnn, Iya suka syerem apalagi kalau pas hujan yaaa

      Hapus
  4. Waduh singkat amat ya, mbak waktunya. Padahal kadang buat berdiri aja susah kalau sudah duduk di pesawat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa makanya bener2 kudu dipatuhi yaaa

      Hapus
  5. Aku cuma pernah naik pesawat yang 1 jam doang... surbaya-lombok ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih mending, sudah pernah naik pesawat kaann...

      Hapus
  6. Balasan
    1. Yeeeay biasa aja Ammaahhh.. Tengkyuuu

      Hapus
  7. salam dari kakak nawra unuk arul sekeluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam balik buat kakak Nawraaa yaaaa

      Hapus
  8. hemm yaya jadi tahu kenapa jendela pesawat kudu selalu dibuka.. maunya tak tutup aja.. lagian aku kalo di pesawat tidur ish. wkwkwkk.. parah ya.... padahal sbnrnya deg degan juga si... tp kalo ngantuk gmn dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha besok kalau mau naik pesawat tidur dulu yaa wkwkwk biar di pesawat gak ngantuk...

      Hapus
  9. yang bikin kesel kadang ada penumpang rusuh jadinya gitu deh gak nyaman berangkatnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tengkyu udah blog walking here and nyempetin comment!

Postingan populer dari blog ini

LIMA JAJANAN PALING MEGILAN DI LAMONGAN

Sebetulnya aku bukan orang Lamongan asli. Aku pendatang disini. Sebelumnya aku tinggal di Surabaya dan kedua orang tuaku tinggal di Jakarta. Jangan ditanya soal jajanan di kedua kota besar itu, hampir di setiap belokan jalan pasti ada penjual jajanan yang enak-enak, tentu berbeda sekali dengan di Lamongan. Awal-awal ketika baru pindah ke Lamongan, aku sempat kaget juga, kotanya kecil dan sepiiiii.. hehehe
Eh tapi tak terasa, aku sudah lima belas tahun lhoo tinggal di Lamongan.. daan tentu saja sudah semakin banyak penjual jajanan di Lamongan. bahkan udah mirip di kota besar deh, karena sekarang hampir di setiap sudut kota dan perempatan jalan juga sudah banyak para penjual makanan..
Oya pasti bingung yaa baca judul tulisanku, ada kata MEGILAN hehehe.. Megilan digunakan oleh orang Lamongan untuk menekankan atau menyangatkan suatu kata, misalnya kita mau bilang JAJAN ITU ENAK SEKALI maka orang Lamongan bisa mengatakan Jajan e enake Megilan.  Megilan bisa juga digunakan untuk menggantik…

MEGILAN itu Gileee Beneeerrrrr...

Sebagai pendatang di Lamongan, saya sempat heran ketika pertama kali mendengar kata MEGILAN.     Tentu saja kita tidak bisa menjumpainya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hehehe karena kata MEGILAN ini adalah dialek bahasa di Lamongan yang berarti bukan termasuk kosa kata bahasa Indonesia. Baiklah saya akan menconba menjelaskan apakah arti kata Megilan ini dan bagaimana menggunakannya dalam kalimat.      Biasanya untuk menekankan atau menyangatkan sesuatu,  menggunakan kata SEKALI atau SANGAT atau kadang-kadang BANGET. Misalnya kita akan mengatakan bahwa jarak antara rumah dan sekolah anak itu jauh, begitu jauhnya sehingga kita menggambarkannya dengan mengatakan: 
      Rumahnya jauh SEKALI  atau       Rumahnya SANGAT jauh atau       Rumahnya jauh BANGET       Nah orang Lamongan akan mengatakannya menggunakan kata MEGILAN, menjadi : Omahe adohe MEGILAN..      ( Omah = Rumah, Adoh = Jauh)      Contoh lain : 1.    Masakannya enak sekali = Masakan e enake megilan 2.    Anak perempuan it…