Rabu, 21 September 2016

NOTE BOOK ASUSPRO B8230 Support Para Guru Moda Daring


Saat ini para guru se-Indonesia sedang galau karena hasil UKG yang mereka terima. UKG adalah Uji Kompetensi Guru, yaitu sebuah kegiatan ujian untuk mengukur kompetensi dasar baik kompetensi pedagogik ataupun profesional dalam domain content guru. Kegiatan UKG ini wajib diikuti oleh semua guru karena akan menjadi entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru tersebut.

Pada hasil UKG itu akan diketahui bagaimana kemampuan para bapak dan ibu guru tersebut. Hasil UKG tersebut terbagi dalam tiga kategori yaitu : Moda daring, moda daring kombinasi dan moda tatap muka. Yang dimaksud dengan moda Daring adalah model pembelajaran dalam jaringan dimana guru diharapkan mempelajari modul dan mengerjakan beberapa tugas untuk memperbaiki nilai merah mereka. Teman-teman guru sempat bingung ketika mereka diharapkan harus mengerjakan semuanya dengan online. Dalam hal ini tentu dibutuhkan sebuah perangkat komputer yang handal dan konektivitas internet yang lancar. 
Dan jangan lupa menggunakan windows 10 yang asli yaa.. Windows 10 sudah fleksibel bila dibanding dengan windows 8 yang hanya touch screen. Jangan khawatir, windows 10 juga bisa diupgrade pada perangkat komputer kita, laptop, notebook ataupun tablet kita. Start menunya merupakan gabungan dari windows 7 dan 8. Selain itu aplikasinya bersifat universal. Hal ini tentu memudahkan kita mengoperasikannya.

ASUS sebagai brand terpercaya sesungguhnya telah memiliki solusi bagi para guru di seluruh Indonesia ini. Sebagai perusahaan terkemuka di era digital saat ini, ASUS merancang dan memproduksi banyak produk sempurna yang salah satunya adalah Notebook ASUSPRO B8230. Notebook dengan ukuran layar 12” ini memiliki fitur lengkap sesuai yang kita perlukan saat ini. Semuanya ada dalam satu laptop. Para guru bisa membawa notebook ini kemana saja. Baik ketika sedang pelatihan di sekolah lain maupun ketika harus mengerjakan tugas-tugas di sekolah maupun di rumah. Notebook B8230 ini sudah dijamin mempunyai performa dan mobilitas tinggi juga sudah teruji ketangguhannya.

Didukung oleh Intel Skylake 15W (intel Core i3/i5/i7) Processor dengan vPro (opsional) yang dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan kita, notebook ini juga sudah berstandar militer MIL-STD 810G, dengan cover alumunium yang ringan dan kuat. Memori notebook ini juga bisa ditingkatkan menjadi 20GB dibandingkan dengan memori pada notebook lainnya dan ini berarti ROI lebih untuk investasi aset IT kita. Notebook ini cocok sekali untuk memenuhi jam kerja yang panjang terutama bagi guru yang harus menyelesaikan moda daring mereka. Dilengkapi dengan baterai yang dapat bertahan 8 jam, 3-cell 49W baterai Li-Polymer yang dapat dilepaskan, notebook ini akan menjadi teman dan sahabat setia kita dalam menyelesaikan tugas-tugas yang begitu banyak.
Aku pengguna setia ASUS, semoga bisa segera membeli B8230


Notebook B8230 ini Juga dilengkapi dengan Trusted Platform Module (TPM) yaitu sebuah chip hardware terintegrasi pada motherboard untuk mengenkripsi data sehingga mengurangi resiko membaca password tanpa izin dan enkripsi kunci untuk data sensitif. Lapisan tambahan keamanan ini memungkinkan notebook untuk menjalankan apliaksi lebih aman, sehingga kita tidak perlu merasa was-was bila kita hendak menyelesaikan pekerjan kita sehingga komunikasi lebih dapat dipercaya. TPM juga menyediakan perangkat keamanan sistem secara keseluruhan termasuk kemampuan melindungi file dan email yang sangat penting dalam melakukan moda daring ini.


So sekarang nggak perlu khawatir lagi, selamat belajar para pahlawan tanpa tanda jasa!! ASUS supports you!!

Selasa, 06 September 2016

Jangan Murkai Anakmu, Bu!!

Refleksi Luar Biasa* dr ```Mas Agus Purwanto,  DSc```.(dosen fisika ITS penulis buku Ayatt Semesta dan Nalar Ayatt Semesta,...Penggagas Trensains→ Sragen, →Jombang--Tebu Ireng-- dan →Yogja sekaligus pemilik Hak Cipta-nya)
Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan 👇

*Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini*:

*Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.*

*Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*

*Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.*

*Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.*

*Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan makin nakal.*

*Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang tua...yakni: 👇

*Ridla Allah...berada pada ridlanya orang tua.*

*Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.*

Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian siklus itu...Insya Allah ada *pada bagian awal*...yakni *mencegah orang tua murka*... *Bila orang tua segera menghadapi anaknya...dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan* ...maka *orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya...Tentu bukan ridla terhadap kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.*

Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:

*1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.*

*2. Segera menemui...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya.*

*3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.*

وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

*"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.* (QS 64:14).

Dengan *konversi murka* menjadi *ridla*...maka sekarang siklusnya jadi begini 👉 *Suatu hari anak itu nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih sayang...sebagai wujud keridlaan mereka kepada anaknya.*

*Karena orang tua anak itu ridla...maka Allah meridlainya.*

*Karena Allah meridlainya...maka rumah yang penuh ridla itu...dirahmati Allah.*

*Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.*

*Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.*

*Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...lokasi perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si anak...*

 Semoga bermanfaat...