FREEPORT UNTUK PENDIDIKAN DI PAPUA




Semester ini sekolahku dinobatkan menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa Timur. Tentu kami berbangga hati, karena apa-apa yang kami persiapkan tidaklah sia-sia. Semua kerja keras yang kami lakukan membuahkan hasil yang membahagiakan. 


Ketika mempersiapkan semuanya itu, aku sempat browsing di Instagram tentang sekolah adiwiyata, mungkin ada yang bisa kami contoh dari sekolah lain. Dan aku terkejut ternyata banyak sekolah di Papua yang sudah menjadi sekolah Adiwiyata. MasyaAllah kagetnya akuuuuuh. Usut punya usut ternyata semua itu berkat sumbangsih PT freeport yang memang banyak membantu masyarakat Papua di segala bidang.


PT Freeport Indonesia memang mempunyai visi menjadi perusahaan tambang kelas dunia yang menciptakan nilai-nilai unggul dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan, masyarakat, dan bangsa. Dan juga mempunyai misi untuk berkomitmen secara kreatif mentransformasikan sumber daya alam menjadi kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui praktek-praktek pertambangan terbaik dengan memprioritaskan kesejahteraan dan ketentraman karyawan dan masyarakat, pengembangan SDM, tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup, serta keselamatan dan kesehatan kerja. 


 Keberadaan PT Freeport Indonesia memiliki peran besar dalam pembangunan di Indonesia baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain memberikan dana royalty dan pajak kepada pemerintah, PT Freeport Indonesia juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun dan mengembangkan masyarakat lokal disekitar wilayah operasinya. 

Oleh karena itu dengan visi dan misinya itu, Freeport Indonesia bertekad untuk menjadi perusahaan yang bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. Terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Mimika serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan membuat rendahnya angka partisipasi sekolah. Maka PT Freeport Indonesia dan Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 


PT Freeport Indonesia dan Biro Pendidikan LPMAK (Lembaga pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Lembaga Pendidikan, Konsultan Pendidikan, dan mitra-mitra lainnya. PTFI dan LPMAK sudah lama memfasilitasi siswa untk mendapatkan beasiswa. Sejak Tahun 1996 hingga tahun 2018 sudah ada sekitar sebelas ribu siswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3. Secara rutin juga dilakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah dimana para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikannya. 


PT Freeport juga menghibahkan dana sebesar satu persen dari pendapatan kotor tahunan kepada masyarakat local di kabupaten Mimika. Dan hasilnya, dibidang ekonomi kerakyatan sampai saat ini telah berkembang ribuan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan berbagai jenis usaha. 

Sementara di bidang kesehatan, masyarakat suku Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Moni dan Mee ata yang disebut dengan masyarakat tujuh suku di Kabupaten Mimika telah menikmati pengobatan gratis pada sejumlah fasilitas kesehatan yang dibangun dan dikelola oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dan dua lembaga sebelumnya. 


        Dan untuk mendukung peningkatan kualitas bagi siswa-siswi dari daerah terpencil, maka PTFI dan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Pesat dan Keuskupan Timika mengelola 5 asrama putra dan putri di Mimika dengan Yayasan Binterbusih di Jawa Tengah. Penerapkan pendidikan berpola asrama ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin bagi siswa-siswi agar mereka memiliki kemandirian dan memiliki pola hidup teratur. 

       PT Freeport juga bekerjasama dengan pihak ketiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika. Hal ini untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para guru dalam pengajaran mata pelajaran khusus serta juga untuk memberi dukungan bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil.


       Selain itu PTFI juga membangun sebuah Institut Pertambangan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar trampil menjadi pekerja tambang klas dunia yang siap bersaing di dunia industri pertambangan. 

     Nah untuk menjadi sekolah Adiwiyata ternyata selama beberapa tahun ini, PT Freeport telah membantu melaksanakan Program Pendidikan Lingkungan di sekolah-sekolah di dekat areal Freeport Indonesia. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Pengelola Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (BapedaldaBAPESDALH) Provinsi Papua sudah mengadopsi program ini untuk semua sekolah di Papua. Freeport Indonesia telah membantu dalam pengembangan kurikulumnya. Sehingga bisa menjadi Sekolah Adiwiyata. Keren sekali tidak kalah dengan sekolah-sekolah di kota besar yaa...


      Masih banyak sumbangsih Freeport untuk Papua yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini. Semoga PT Freeport tetap bersinergi untuk mengembangkan Papua sehingga kejayaan Freeport akan diikuti oleh kejayaan Papua, Mimika khususnya.









Komentar

Postingan Populer