Langsung ke konten utama

BERWAKAF DENGAN MUDAH BERSAMA PRUDENTIAL PRUsyariah



Ketika suamiku meninggal, aku semakin menyadari bahwa manusia kalau mati tidak akan membawa apa-apa. Semua harta benda yang dikumpulkan semasa hidupnya tidak ada yang dibawanya. Aku melihat koleksi senapan angin almarhum suamiku, beberapa burung love bird kesukaannya, semuanya tak ada yang dibawa. Pun suatu saat ketika sahabatku meninggal, aku terkejut melihat koleksi bajunya, sepatunya, tasnya yang bertumpuk-tumpuk tak ada yang bisa menemaninya pergi. Tidak ada sama sekali yang bisa menambah berat amalan ibadahnya. MasyaAllah kadang-kadang kita tidak menyadarinya yaa..


Lalu aku teringat pahala yang tak pernah terputus, hanya ada tiga, yaitu: anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Aku akhirnya mulai berhati-hati sekarang, kalau mau melakukan sesuatu. Ya Allah jangan sampai ya kita merugi di dunia ini. 

Satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan shodaqoh jariyah yaitu memberikan sebagian harta kita kepada orang yg lebih membutuhkan. Selain shodaqoh ada juga infak, zakat dan Wakaf.  Keempat hal inilah apabila kita lakukan maka pahalanya akan terus mengalir, walaupun kita sudah tiada.


Bicara soal wakaf, tentu yang terbayang adalah wakaf tanah yaa. Wah tentu hanya orang kaya saja dong yang bisa melakukannya. Eh tau nggak jaman sudah modern sudah berubah, wakaf saat ini tidak melulu tanah lhoo. Mau nggak aku jelaskan model wakaf yang lebih mudah, oke stay tune ya...

PROGRAM WAKAF PRUSYARIAH


Nah pada hari jumat, 22 Februari lalu Prudential mengundang rekan media dan blogger untuk mensosialisasi program wakaf terbaru dari PRUsyariah.

Pada kesempatan kali ini, Bapak Bondan Margono sebagai AVP Sharia Operations Prudential menjelaskan tentang berasuransi dalam islam karena merupakan bagian dari usaha kita untuk melindungi diri dan keluarga.

Fatwa MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016 juga mendukung tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah. Dimana dalam fatwa ini, membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi.

Dari hasil survey yang telah dilakukan Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index, Indonesia menempati peringkat teratas dalam hal charity. Mungkin bisa jadi karena sebagian besar rakyat Indonesia beragama islam, dimana dalam agama kita itu bershodaqoh akan mendapat pahala yang berlipat. Makanya kalau soal charity mah nomer satu deh..


Oleh karena itulah, Prudential Indonesia ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk menyalurkan kebajikan secara berkelanjutan melalui Prudential Wakaf dari PRUsyariah. Karena Wakaf adalah bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan dan menjanjikan pahala yang tidak terputus.

Bapak Bondan menjelaskan bahwa Program Wakaf PRUsyariah merupakan salah satu wujud komitmen Prudential yang baru, yaitu We Do Good. Tujuan program baru ini diharapkan bisa memberikan solusi untuk mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya program wakaf, akan menjadi solusi nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat.

Slogan “Selalu Berbagi, Selamanya Berarti”, yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagain dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indoensia saat ini,” tambah Bapak Bondan.

Ada tiga pilihan program wakaf PRUsyariah yang bisa dipilih, yaitu:

1. Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia

Untuk pengajuan polis baru bisa mewakafkan sampai maksimal 45% dari manfaat asuransinya, sedangkan untuk nasabah yang telah memiliki asuransi bisa mewakafkan hingga 95% dari manfaat asuransinya

2. Wakaf Nilai Tunai

Total nilai yang dapat disalurkan dalam wakaf ini adalah 1/3 dari jumlah nilai tunai yang terbentuk pada saat nasabah meninggal dunia.

3. Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia dan Nilai Tunai

Mewakafkan dengan santunan asuransi manfaat meninggal dunia sampai dengan 45% atau 95% dan maksimal 1/3 dari nilai tunai.

Untuk melaksanakan programnya maka Prudential Indonesia menggandeng beberapa lembaga wakaf atau nazhir yaitu:
Dompet Dhuafa, IWakaf, dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indoenesia (LW-MUI).

Bapak H. Ahmad Nuryadi Asmawi, LLB, MA sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia juga menambahkan, “Pengelolaan dana wakaf secara professional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Demikianlah informasi tentang program wakaf dari Prudential, semoga semakin memantapkan hati kita untuk berwakaf. Aamiin...




Komentar

  1. Aq kira wakaf itu berupa Benda atau barang, gak taunya ada yg beginian juga

    BalasHapus
  2. Wakaf kekinian yah mbak, jadinya gak harus punya tanah dulu yess

    BalasHapus
  3. Makin hari makin mudah aja ya Mbak cara kita untuk berwakaf. Banyak caranya. Apalagi nanti pahalanya bisa terus mengalir ke kita.

    BalasHapus
  4. Sangat informatif, terimakasih atas reviewnya..:)

    BalasHapus
  5. Kesimpulannya, dari pada ngumpulin barang yang belum tentu berguna untuk banyak orang, lebih baik mewakafkan harta yang bisa digunakan untuk tempat ibadah, pendidikan, jembatan yang pasti bermanfaat untuk banyak orang

    BalasHapus
  6. Masya allah, sekarang semakin mudah dan banyak wadahnya untuk investasi akhirat yah. Semoga kita semua diberi rejeki yg berlimpah supaya bisa ikutan wakaf, infak, sodaqah

    BalasHapus
  7. Nah dengan kemudahan seperti ini wakaf menjadi lebih praktis dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Semoga makin banyak orang yang dapat berwakaf untuk kebaikan umat

    BalasHapus
  8. Keren ya. Sekarang jadi banyak pilihan dan cara untuk berwakaf

    BalasHapus
  9. Nah ini dia, inovasi yg sangat bagus. Selain tenang dengan proteksi, batin juga tenang karena telah berwakaf

    BalasHapus
  10. Wakaf jaman now, yah mba.
    Alhamdulillah prudential memfasilitasi kita-kita untuk berbuat kebaikan

    BalasHapus
  11. waaah jaman udah semakin dipermudah yaa, sekarang wakaf pun jadi lebih mudah,

    BalasHapus

Posting Komentar

Tengkyu udah blog walking here and nyempetin comment yaa...


Hakuna Matata
@trianadewi_td

Postingan populer dari blog ini

LIMA JAJANAN PALING MEGILAN DI LAMONGAN

Sebetulnya aku bukan orang Lamongan asli. Aku pendatang disini. Sebelumnya aku tinggal di Surabaya dan kedua orang tuaku tinggal di Jakarta. Jangan ditanya soal jajanan di kedua kota besar itu, hampir di setiap belokan jalan pasti ada penjual jajanan yang enak-enak, tentu berbeda sekali dengan di Lamongan. Awal-awal ketika baru pindah ke Lamongan, aku sempat kaget juga, kotanya kecil dan sepiiiii.. hehehe
Eh tapi tak terasa, aku sudah lima belas tahun lhoo tinggal di Lamongan.. daan tentu saja sudah semakin banyak penjual jajanan di Lamongan. bahkan udah mirip di kota besar deh, karena sekarang hampir di setiap sudut kota dan perempatan jalan juga sudah banyak para penjual makanan..
Oya pasti bingung yaa baca judul tulisanku, ada kata MEGILAN hehehe.. Megilan digunakan oleh orang Lamongan untuk menekankan atau menyangatkan suatu kata, misalnya kita mau bilang JAJAN ITU ENAK SEKALI maka orang Lamongan bisa mengatakan Jajan e enake Megilan.  Megilan bisa juga digunakan untuk menggantik…

MEGILAN itu Gileee Beneeerrrrr...

Sebagai pendatang di Lamongan, saya sempat heran ketika pertama kali mendengar kata MEGILAN.     Tentu saja kita tidak bisa menjumpainya di Kamus Besar Bahasa Indonesia hehehe karena kata MEGILAN ini adalah dialek bahasa di Lamongan yang berarti bukan termasuk kosa kata bahasa Indonesia. Baiklah saya akan menconba menjelaskan apakah arti kata Megilan ini dan bagaimana menggunakannya dalam kalimat.      Biasanya untuk menekankan atau menyangatkan sesuatu,  menggunakan kata SEKALI atau SANGAT atau kadang-kadang BANGET. Misalnya kita akan mengatakan bahwa jarak antara rumah dan sekolah anak itu jauh, begitu jauhnya sehingga kita menggambarkannya dengan mengatakan: 
      Rumahnya jauh SEKALI  atau       Rumahnya SANGAT jauh atau       Rumahnya jauh BANGET       Nah orang Lamongan akan mengatakannya menggunakan kata MEGILAN, menjadi : Omahe adohe MEGILAN..      ( Omah = Rumah, Adoh = Jauh)      Contoh lain : 1.    Masakannya enak sekali = Masakan e enake megilan 2.    Anak perempuan it…

Menu Sensasi Delight Pizza HUT Bikin Nagih Lho, Kepoin Harganya Kuy!