INDIHOME dan DOUBLE BYPASS BILLIODIGESTIVE

Minggu, 17 Juli 2022

"Kenapa kamu nggak WA Ibu, Nak?" Aku menatap anakku yang sudah tiga tahun tinggal di Pesantren ini dengan nanar. Kulihat matanya, wajahnya, dan seluruh tubuhnya, berwarna kuning semua. 



"Paket data Ais ternyata habis, Bu! Lagian minggu depan ibu kan mau kesini, jadi aku nunggu Ibu datang aja deh."


TAPI KEPUTUSAN AIS ITU BERAKIBAT FATAL

Ketika akhirnya kami bertemu, seluruh tubuhnya sudah kuning semua, air seninya pekat dan fesesnya putih. Itu sangat berbahaya. Begitu aku membawanya ke rumah sakit, Ais langsung dirawat inap, tidak diperbolehkan pulang. 

Seandainya waktu itu Ais paham kalau ini berbahaya, tentu Ais akan segera menghubungiku, Tidak diam saja ketika mengetahui paket datanya habis. Memang begitu pentingnya Internet saat ini, bisa untuk segera menyampaikan informasi.

HARUSKAH AIS MENJALANI OPERASI?

Handphoneku berdering berkali-kali, aku malas mengangkatnya. Aku tahu ini pasti dari adikku. Aduh harus pakai alasan apalagi untuk menolak permintaannya itu. Terus terang aku sangat takut dan tidak tahu harus menjawab apa bila ditanya oleh adikku. Makanya aku membiarkan handphone itu terus berdering dan meninggalkan pesan panggilan tak terjawab.

Sudah seminggu Ais anakku opname di rumh sakit swasta di kotaku. Sayangnya peralatan Rumah Sakit ini kurang lengkap, sehingga Ais harus dirujuk. Adikku yang dokter spesialis bedah memintaku untuk membawa Ais ke rumah sakit tempatnya bekerja. Tapi aku rasanya malas sekali harus merujuk kesana. Karena aku tahu solusimya pasti nanti Ais harus operasi. Ya Allah orang tua mana yang tega anaknya dioperasi? Apa tidak ada alternatif lain untuk menyembuhkannya?

Mungkin karena telfonku tak segera diangkat, adikku memutuskan menghubungi pihak rumah sakit. Tentu saja dia segera memperoleh data-data tentang sakitnya anakku. Kecanggihan teknologi saat ini, memang memudahkan semuanya. Internet sangat lihai melipat jarak dan memangkas waktu. 

Aku hanya bisa tertegun pasrah. Pesan Whatssap dari adikku membuatku lemas. Ada sumbatan di saluran empedu anakku yang harus diambil. Rumah sakit tempat anakku dirawat selain tidak mempunyai dokter spesialis bedah digestive, juga tidak mempunyai MRI sehingga tidak diketahui itu sumbatan apa. Adikku meminta aku segera membawa anakku ke rumah sakitnya. Tak ada pilihan lain untukku, lagian aku juga tak tahan melihat anakku yang kesakitan.


AIS DIRUJUK

Akhirnya Ais dirujuk ke Rumah Sakit dr.Iskak Tulungagung. Lagi-lagi internet memudahkan semuanya. Ketika aku ditanya siapa nama dokter bedah digestive di rumah sakit yang dituju, aku tentu tidak tahu, karena adikku bilang nanti dia yang akan mengurus semuanya. 

Akhirnya petugasnya browsing dan menemukan nama dr. Wahyu satu-satunya dokter spesialis bedah digestive disitu. Aku tersenyum lega akhirnya petugas itu menemukan siapa dokternya. Ketika aku tanya memakai operator apa, mereka menjawab kalau memakai INDIHOME, pantesan cepat banget mendapatkan informasinya. Padahal WA yang kukirim ke adikku masih centang. 

Di rumah sakit dr. Iskak inilah Ais diperiksa ulang secara detail, sehingga akhirnya penyakit yang sesungguhnya bisa ditemukan. Pemyakit Ais ini termasuk langka dan jarang dijumpai, karena letak sumbatan Ais yang terpencil dan cukup sulit untuk diambil. Aku memandang wajah adikku bersama para dokter yang lain, tampaknya mereka bingung mengamati hasil MRI anakku. Lemas sekali rasanya aku. Beberapa kali kudengar para dokter itu menyebut kata Karangmenjangan, ya Allah aku takut kalau anakku harus dirujuk kesana. Betapa semakin repotnya nanti aku, harus pindah rumah sakit lagi.

Kemudian aku memohon kepada adikku untuk mengusahakan pelaksanaan operasinya tetap di Tulungagung saja. Dari yang semula takut untuk dioperasi, kini aku sudah berubah pikiran. Sekarang aku justru berharap operasi segera dilaksanakan. Adikku mengatakan dia perlu konsul kepada profesornya di RS. dr. SOETOMO di Surabaya. Tentu dengan kecanggihan teknologi, adikku cukup menelpon dan video call dengan professornya, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Surabaya. Begitulah salah satu manfaat internet yang sangat membantu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan operasi besar. 






1 komentar

  1. Hemm sebegitu pentingnya internet, memang di era digital apalagi jarak yang jauh hanya komunikasi melalui internet yang menjangkau dan memudahkan. Semoga lekas sembuh Ais, terima kasih sharingnya, tapi kepotong. Ditunggu kelanjutannya!

    BalasHapus

Tengkyu udah blog walking here and nyempetin comment yaa...


Hakuna Matata
@trianadewi_td