SAATNYA AKU, KAMU, KITA SADAR GIZI

Senin, 03 Oktober 2022






Saat ini Pemerintah sedang gencar-gencarnya melawan stunting. Dimana-dimana masyarakat dihimbau untuk memperhatikan keadaan anak-anaknya. Banyak program digalakkan untuk memerangi stunting ini. 

Maka ketika kemarin berkesempatan menghadiri acara Seminar Nasional yang diadakan oleh BEM Universitas Airlangga bekerja sama dengan YAICI yaitu Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia aku sangat senang, karena bisa langsung mengikuti pembahasan tentang issue stunting ini. YAICI sendiri adalah lembaga mandiri yang mempunyai kepedulian terhadap masalah pendidikan, kesehatan dan juga lingkungan hidup di Indonesia.

Acara  Seminar Nasional yang berjudul "Aku, Kamu, Kita Generasi Muda Sadar Gizi ini dibuka dengan sambutan dari Istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachin, SE yang sangat memahami permasalahan warganya. Arumi mengatakan bahwa ada banyak program yang diadakan oleh pemerintah propinsi Jawa Timur yang salah satunya adalah pemberian satu butir telur dan satu kotak susu agar anak-anak di Jawa Timur tidak ada lagi yang menderita stunting.



Seneng banget melihat Ibu Wagub yang cantik ini, beliau tampak modis dengan pakaiannya dan sangat smart mampu menjelaskan permasalahan seputar stunting. Ibu Arumi menjelaskan banyak hal tentang keadaan generasi muda saat ini yang seperti kebiasaan magernya yaitu malas bergerak dan juga kebiasaan mengkonsumsi makanan junk food.

Kemudian dilanjutkan dengan pemateri pertama yaitu Bapak Arif Hidayat, SE dari YAICI yang menyampaikan tentang rendahnya minat membaca masyarakat sehingga tingkat literasi Indonesia menempati urutan 60 dari 61 negara, sungguh memprihatinkan. Hal ini bisa menyebabkan miskomunikasi dan missinformasi, seperti salah persepsi masyarakat tentang susu kental manis.

Banyak yang tidak paham ternyata bahwa susu kental manis  itu tidak bisa dikonsumi oleh bayi dan kental manis juga bukanlah susu. Kental manis bisa dikonsumsi sebagai topping pada makanan lain seperti roti tawar, es krim bahkan jus. Kesalahan pemahaman ini menyebabkan beberapa daerah di Sulawesi mengalami stunting karena anak-anak salah konsumsi minum susu. Sangat disayangkan bukan?



Pemateri berikutnya adalah Prof dr Bambang Wirjatmadi MS, MCN, PhD, SpGK (k) yang menjelaskan tentang B2SAH yaitu kalau kita ingin sehat maka kuncinya adalah Makan makanan yang bergizi, seimbang, aman, halal menurut kepercayaan masing-masing. Prof Bambang mengingatkan bahwa saat ini banyak sekali sumber makanan yang tercampur zat-zat kimia yang berbahaya seperti pestisida, pewarna, juga radikal bebas. Kita harus berhati-hati mengkonsumsinya. Selain itu Prof Bambang juga menjelaskan agar kita jangan terlalu stress, iatirahat yang cukup dan jangan suka begadang untuk mendukung pola hidup sehat kita.

Pemateri selanjutnya adalah dr Pungky Mulawardhana, SPOG (k) yang membahas mengenai kesehatan reproduksi. Miris banget ternyata baru 33 persen remaja kita yang paham masalah reproduksi ini. Oleh karena itu sangat penting bimbingan dari orang tua dan guru agar remaja kita tidak salah jalan dan mendapatkan informasi yang benar. Sedih sekali kalau banyak remaja yang harus hamil diluar nikah bahkan harus mengidap penyakit berbahaya seperti HIV hanya karena salah bergaul.

Acara Seminar semakin meriah ketika waktunya Kak Awam Prakoso membawakan materinya dengan seru karena beliau mampu menirukan suara-suara hewan di hutan yang sungguh sangat mirip sekali. Dengan passion dan kemampuan yang kita miliki kita bisa bergabung dengan komunitas tertentu dan membantu menyebarkan informasi yang kita peroleh kepada masyarakat.

Seminar kali inu ditutup oleh penampilan Kang Maman Suherman yang membahas tentang literasi. Menurut Kang Maman ada Enam dasar Literasi sebagai kecakapan hidup, yaitu Literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital dan literasi budaya dan kewarganegaraan. 

Kemudian ada empat kompetensi dasar yang wajib kita kuasai yaitu critical thinking, collaboration, communication dan creativity agar kita lebih bijak memahami informasi yang beredar di media.

At last but not least, two thumbs up buat BEM UNAiR yang sudah menyelenggarakan seminar keren ini. Semoga para mahasiswa sebagai generasi muda ini semakin sadar gizi dan tercerahkan literasinya. 




2 komentar

  1. Bener banget di tengah serangan cuaca dan virus yang bisa saja menempel di tubuh tentu penting untuk memenuhi nutrisi tubuh. Eit, enggak hanya itu sekarang ada makanan instan pula yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi, harus benar-benar memilih makanan bergizi seperti sayur dan buah.

    BalasHapus
  2. semangat terus untuk seluruh mahasiswa :D

    BalasHapus

Tengkyu udah blog walking here and nyempetin comment yaa...


Hakuna Matata
@trianadewi_td